Suatu Hari Dalam Hidupku

Desember 8, 2007

Tanggapan (seandainya saya adalah) Menteri Pariwisata terhadap Malaysia

Saya sewa biro iklan ternama untuk membuat iklan besar dengan tema:

“Keagungan budaya Indonesia sangat tinggi dan indah

Tidak diragukan lagi… Malaysia-pun sangat mengaguminya dan ingin mengadopsinya

Terimakasih dik! Mari kita cintai dan majukan bersama budaya Indonesia.”

Visit Indonesia 2008, untaian zamrud katulistiwa

Terus audio visualnya adalah budak-budak Malaysia yang sedang belajar dan memperagakan budaya Indonesia dari orang Indonesia. “Kalau mau lihat aslinya, belajar dari sumbernya… mari ke Indonesia!” :)

Iklan ini ditayangkan di TV2 dan majalah2 terkenal internasional.

Sayangnya saya bukan MenPar RI…. hehehe… :mrgreen:

Desember 7, 2007

Jokes: on Gold, Inflation, Interest Rate, Money Supply, and Anti Neoliberal

Diarsipkan di bawah: Indonesia, debat kusir, lucu, santai, teori konspirasi — kei @ 1:52 pm

Berbagai postingan lucu:

Trend emas dari dulu sampai skarang selalu naik harganya.
Sebagai pemilik emas, saya dan mungkin orang lain yg seperti saya, jelas punya kekuasaan memberi pelajaran pada pemerintah yang korup ini, kelak jika bau bangkai mereka tak lagi bisa di tutupi dan rakyat menjadi marah karenanya, maka kami para pemegang emas akan pegang kendali dunia ini. Dan cepat atau lambat hal itu pasti akan
terjadi. Dan saya akan sangat menikmati moment moment itu jika tiba.

================
err, yah kenyataannya begitulah… mereka (Bank Sentral) mencetak duit sesuka hatinya, klo ngga mah ga mungkin ada inflasi.

Ketika amerika tidak punya kekayaan lagi untuk membiayai perangnya, dia mencetak uang sebanyak2nya lalu membebankannya ke negara lain sebagai utang yg berbunga.

================

Beda dengan uang kertas, emas (lagi…)

Desember 6, 2007

Teori Konspirasi: debat yang tak kunjung mencerahkan :(

Diarsipkan di bawah: Indonesia, Opini, debat, lucu, politik, teori konspirasi, thoughts — kei @ 12:28 pm

Kira-kira setengah tahun ini, saya menahan diri untuk tidak membalas email2 di berbagai milis yang saya ikuti. Atas dasar beberapa pertimbangan:

1. Reply dari saya biasanya akan ditanggapi panjang. Di beberapa milis, karena respon saya dianggap di luar mainstream, biasanya saya seperti dikeroyok. Bukan saya takut dengan cecaran puluhan pertanyaan atau bahkan hujatan. Hanya kemudian saya menyadari, it takes too much time to respond them. Duh, sayang waktu harus dihabiskan memelototi laptop dan alih2 mengetik laporan riset, saya malah harus berdebat dengan orang2 yang tidak jelas.

2. Adanya gap yang biasanya cukup lebar mengenai pemahaman fungsi ekonomi dan politik antar berbagai segmen masyarakat. Bukannya sombong, ilmu ekonomi itu sebenarnya sama saja dengan ilmu teknik atau sains, tanpa memahaminya lewat serangkaian metode pembelajaran dan buku2 standar yang harus dimengerti, tidaklah mudah menangkap isi dan seluk-beluk ilmu tsb. Bedanya adalah, kalau kita tahu sedikit mesin mobil, kita mungkin tidak berani berkoar2 soal permesinan dan teknologi fuel cell. Tetapi tahu sedikit soal ekonomi – dengan membaca sedikit buku ekonomi palsu populer – banyak yang sangat pede untuk bicara bahkan memberi solusi kebijakan ekonomi. :lol:

Kalau ilmu politik, selain memerlukan metode pembelajaran, banyak sekali informasi asimetris alias informasi yang tidak terungkap ke semua pihak. Tahukah anda bahwa kenapa presiden memutuskan A? Tentunya banyak orang klaim bahwa itu karena presiden kita bodoh, atau presiden ingin X, atau presiden dibohongi stafnya, atau…. padahal yang bilang ini-itu mungkin ngga tau apa2 sama sekali apa yang sebenarnya terjadi…

Dengan gap yang lebar itu, in short: cape deh harus menjelaskan berulang2…  dan endingnya tetap sama: ga sepakat, saya dianggap bodoh dan ngga ngerti ekonomi, saya dianggap antek kapitalis, atau yang paling top: bagian dari konspirasi yahudi :mrgreen:

3. Terkait no.2, bahasan paling top dan berbusa2 ujung2nya bermuara pada: teori konspirasi (TK). Dan semua mereka puas. Jangan heran, di milis2 yang isinya alumni institut dan universitas top, masih banyak yang demen banget sama TK. Seakan puas kalau sudah berhasil menimpakan semua keterpurukan, keburukan, dan kesontoloyoan Indonesia pada mahluk yang bernama TK ini. Entah konspirasi Amerika-Yahudi, Amerika-presiden, atau Jepang-Alien… pokoknya orang Indonesia itu sebenernya baik2, pinter2, ramah2… cuma selalu sial dijahati oleh orang2 londo dan jepun. Puassss….. Menurut penelitian pengalaman, mayoritas ending diskusi economic policy akan berakhir di situ… jadi jangan berharap dapat pencerahan hehehehe…

4. Paradoksial. Di satu sisi, seneng banget mengait2kan suatu fenomena dengan hal2 rumit dari TK. Di sisi lain, over simplify terhadap pendapat yang berbeda: anda antek pemerintah. Perbedaan pendapat telah direduksi menjadi 2 kutub: either you are with us or against us (eh jadi inget si Bush brengsek). Kalau anda mengemukakan beberapa poin bagus dari kebijakan pemerintah, maka anda akan dituduh sebagai pendukung pemerintah … atau lebih lucu lagi: anda dianggap  sebagai pihak yang diuntungkan secara materi dari proyek pemerintah (ga nyambung abisss). Tanpa mau tahu logika dan sistem yang coba diterangkan.

5 . Semua yang berbau pro kebijakan pemerintah dianggap salah. Padahal saya ingat sekali ada lebih banyak kritik saya terhadap kebijakan pemerintah dibanding pujian, tapi sekalinya mendukung langsung dicap pro-pemerintah. Yang cool adalah yang selalu melawan kebijakan pemerintah. Lupa kali, kalau mereka mengecam kebijakan pemerintah (yang dipilih secara demokratis) merekalah biasanya yang menggagalkannya, setelah gagal, merekalah yang akan mengecam lag: tuh pemerintah gagal. Apa maunya ya?? Ada-ada saja…
6. Dalam kasus konflik: yang lain pasti salah, tapi rakyat selalu benar.  Ngga peduli itu cerita rakyat nyolong kabel PLN, rakyat membuang sampah di kali dan menempati ruang yang bukan haknya, atau rakyat yang mengeroyok aparat. Pokoknya yang dianggap “kecil” mesti dibela habis2an. Jadi ingat cerita supir taksi kemaren: temannya jalan pelan dan ditabrak motor yang dikendarai secara ceroboh oleh anak kecil. Apa yang terjadi? Mobil taksinya dirusak hampir dibakar, sopirnya digebukin, dan dipalak…. oleh rakyat kecil.

Dengan semua alasan tsb, saya benar2 berusaha mendisiplinkan diri untuk tidak menulis repsons dalam milis, walau kadang gemes banget baca analisis asbun. Karena harapan saya dalam berdiskusi sebenarnya adalah mendapatkan insights dari pendapat2 orang lain, yang mungkin tidak saya pikirkan sebelumnya… istilahnya pencerahan. Tapi yang ada malah cape deh…

Next post, saya akan kutip beberapa postingan lucu dari berbagai milis.

November 12, 2007

Pemilihan Ketua IA ITB: Lanjutan

Diarsipkan di bawah: Opini, almamater, itb, politik, santai — kei @ 2:19 am

Lanjutan dari 2 tulisan terdahulu di sini dan sini、sampe di Jakarta saya berkelana mendatangi teman2 lama dan acara2 temu kandidat. Kali ini saya mau cerita sedikit kesan saya setelah menghadiri acara halal bi halal IA ITB Jakarta plus debat kandidat 8 Nov kemaren.

Acaranya cukup meriah dan rame, alumni2 dari berbagai angkatan cukup banyak yang hadir. Sujiwo Tejo pun ada. 4 kandidat hadir, satu lagi, Zaid kandidat termuda dari angk 96 diwakilkan temannya karena ybs sedang kuliah. Saya cuma mau menuliskan kesan saya terhadap penampilan para kandidat malam itu. (lagi…)

November 11, 2007

Politik Indonesia: Uang dan Duwit!

Diarsipkan di bawah: Indonesia, hidup sebagai teman, politik — kei @ 4:28 pm

Akhirnya menyempatkan diri menulis lagi di sini. Ada banyak kejadian dan event yang saya alami selama sebulan lebih ini… Melihat realitas kehidupan politik di tanah air adalah salah satunya. Bergaul dan terlibat dalam deal2 politik (yang beberapa diantaranya semestinya bukan urusan pulitik tapi bisa dikait2kan ke pulitik)…

Silaturrahim dengan teman2 lama dan kolega2 dari berbagai latar belakang telah menyeretku dalam lingkaran deal politik beberapa partai. Dilakoni oleh para petinggi partai2 tsb, aleg2, dan makelar politik, mula2 saya merasa exciting menjadi saksi langsung hal2 yang selama ini hanya “katanya”. Tetapi sekarang saya merasa muak, ya muak… melihat perilaku mereka. Kalau bicara soal uang, lupakanlah (lagi…)

September 22, 2007

Angka Harapan Hidup dan Pendapatan per Kapita: Dimana Posisi Indonesia?

Diarsipkan di bawah: Indonesia, perbandingan ekonomi, tool asik — kei @ 12:25 am

Yang asik adalah lihat dulu ini:

gapminder

Trus klik “Play”.

Sebenernya mau nulis soal economic development di Indonesia, tapi lagi beres2 nih… ngga konsen.

Sedikit komen: ngeri nggak sih (lagi…)

September 20, 2007

PEMILU IA ITB (lanjutan): Kepentingan Pribadi vs Kepentingan Publik

Diarsipkan di bawah: Indonesia, Opini, almamater, itb, thoughts — kei @ 2:51 pm

Teringat saya akan postingan ini, dimana beberapa komentar mengindikasikan bahwa menggunakan organisasi (dalam hal ini ikatan alumni) demi kepentingan politik atau pribadi adalah salah atau tidak diharapkan terjadi.

Untuk gampangnya, saya bahas ilustrasi berikut. Misalkan A menjadi ketua IA ITB yang kemudian mendongkrak nilai tawarnya terhadap parpolnya dan/atau terhadap Presiden selanjutnya. Hasilnya A berpeluang besar untuk mendapat jabatan penting dalam parpol tsb atau di Dewan Perwakilan Parpol Rakyat atau dalam kabinet pemerintahan.

Pertanyaannya: 1. salahkah A? 2. rugikah stakeholders IA ITB?

IMO:

(lagi…)

« Tulisan Lebih BaruTulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.