<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Suatu Hari Dalam Hidupku</title>
	<atom:link href="http://klikdisini.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://klikdisini.wordpress.com</link>
	<description>hasil penggalian memory tak berurut</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 May 2008 16:07:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='klikdisini.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5f849f9bacad14248c2a3440fbe7af2a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Suatu Hari Dalam Hidupku</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Indonesia Negara Kaya SDA Tapi Miskin?</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2008/05/12/indonesia-negara-kaya-sda-tapi-miskin/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2008/05/12/indonesia-negara-kaya-sda-tapi-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 12:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[santai]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Banyak dan sering sekali saya mendengar atau membaca keluhan orang mengenai keadaan ekonomi Indonesia yang dirasa makin memburuk. Harga barang kebutuhan meningkat, penghasilan dirasa kurang, harga minyak dan listrik meningkat, sementara RI kaya dengan SDA melimpah.
Siapa kambing hitamnya? Mulai dari Pemerintah, kapitalis asing, IMF, Worldbank, bankir pengemplang BLBI, Suharto alm., sampai Yahudi.
Saya cuma pengen menuliskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=104&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Banyak dan sering sekali saya mendengar atau membaca keluhan orang mengenai keadaan ekonomi Indonesia yang dirasa makin memburuk. Harga barang kebutuhan meningkat, penghasilan dirasa kurang, harga minyak dan listrik meningkat, sementara RI kaya dengan SDA melimpah.</p>
<p>Siapa kambing hitamnya? Mulai dari Pemerintah, kapitalis asing, IMF, Worldbank, bankir pengemplang BLBI, Suharto alm., sampai Yahudi.</p>
<p>Saya cuma pengen menuliskan sedikit informasi dan opini dari perspektif yang agak berbeda. Tampaknya tidak bisa panjang2 dan sangat gamblang, mengingat berbagai keterbatasan. Mari mulai dari pernyataan2 yang umum kita dengar:</p>
<p>1. Negara RI kaya SDA mengapa kita kalah dengan negara lain yang tidak sekaya kita? Misalnya Malaysia dan China.</p>
<p>2. Migas kita habis disedot asing, pemerintah kita bodoh dan menghamba pada asing.</p>
<p>3. Minyak yang dihasilkan mengapa dijual ke LN, kenapa tidak kita konsumsi sendiri semua sehingga harga BBM bisa sangat murah?</p>
<p>4. Jangan menaikkan harga BBM, tetapi berhematlah. Jangan memberi BLT tetapi beri layanan pendidikan dan kesehatan gratis dan pekerjaan padat karya untuk masyarakat.</p>
<p>Saya coba memberikan perspektif yang mungkin agak berbeda:<span id="more-104"></span></p>
<p>1. Negara kita kaya SDA? Produksi minyak RI kira2 1,1 juta barrel per hari, Malaysia 750 ribu barrel per hari. Memang lebih banyak Indonesia. Tapi lihat jumlah penduduk, penduduk RI &gt; 230 juta sedangkan Malaysia cuma berpenduduk 27 juta. Kalo minyak ini dibagi rata ke semua penduduk, maka 1000 orang Indonesia mendapat 4,6 barrel sedangkan 1000 orang Malaysia mendapat 27,7 barrel atau sekitar 8x lipat jatahnya orang Indonesia.</p>
<p>Berapakah produksi minyak Indonesia di dunia? Ini saya ambil dari spreadsheet saya: produksi thn 2006 adalah 1.3% dari total produksi dunia, rata2 produksi untuk periode 1997-2006 = 1,6%, periode 1988-1996 = 1,9%, dan periode 1978-1987 = 1,8%. Di kawasan Asia, China yang memproduksi minyak paling tinggi, pada tahun 2006 sekitar 4,7% dari total produksi dunia. Indonesia memproduksi 1,3% dan kita sudah merasa bahwa kita yang paling melimpah minyaknya?</p>
<p>Ada hal lain yang merupakan biaya yang mengurangi manfaat netto pendapatan negara dari SDA: penyebaran penduduk yang tidak merata, geografis Indonesia yang cukup sulit, kekurangan modal dalam negeri untuk mengelola sendiri, budaya KKN, dan sbg (silahkan pikir sendiri hehehehe). Setelah demokratisasi, ada biaya tambahan lagi yang sangat lumayan: demokrasi dan otonomi daerah.</p>
<p>Benarkah kita makin miskin? Atau kita merasa makin miskin? Jika anda tidak fakir benwit, silahkan lihat perbandingan ini: <strong>http://tinyurl.com/6op4uf</strong></p>
<p>2. Migas kita disedot pihak asing? Well, ini tricky. Di satu sisi, pasti tiap perusahaan yang berinvest dan berbisnis tidak mau rugi. Di sisi lain, investasi migas itu sangat risky. High risk high gain. Bisnis minyak bisa menderita loss puluhan juta dollar. Bisa pula untung ratusan juta dollar. Dan yang jelas harus punya modal banyak atau terpercaya untuk dipinjami modal.</p>
<p>Nah, jujur saja, inilah kelemahan Indonesia. Kita ngga punya uang atau cukup dipercaya untuk dipinjami uang dalam jumlah besar dan memutarnya di bisnis beresiko seperti ini. Dapat dipahami sebenarnya, saat kita baru mulai membangun adalah awal tahun 70an. Kita punya modal SDM dan pengalaman yang terlalu sedikit pula. Infrastruktur keuangan, penjaminan, manajemen resiko dsb yang dimiliki Indonesia masih sangat minim. Apa pilihan Pak Harto saat itu? Undang investor asing. Pertamina yang pegang kuasa pertambangan. Tapi anda tahu sendiri, bagaimanakah Pertamina itu dahulu, jadi bancakan penguasa dan kroninya. Di lain sisi, saya berandai2 apa yang dipikirkan Pak Harto saat itu? Ini negara baru mulai membangun, ada minyak, ada jutaan rakyat miskin, ada jutaan rakyat buta huruf, ledakan penduduk adalah ancaman nyata, ketidakstabilan akan membuat negara ini mundur lagi dan tidak mulai2 untuk membangun&#8230;</p>
<p>So, (ini masih berandai2) biarlah Pertamina jadi bancakan politis. Demi membuat tentara patuh dan mengamankan kestabilan negara. Demi memberi makan rakyat dengan subsidi. Demi membiayai program pendidikan dasar dan KB untuk mengontrol jumlah penduduk. Demi membuat sandiwara demokrasi Pancasila yang melanggengkan kekuasaanya.</p>
<p>Dan RI membangun. Pelita I dan selanjutnya berjalan. Korupsi di sana sini. Tetapi tetesan uang korupsi itu dinikmati cukup banyak kalangan, dengan kadarnya masing2 tentunya. Lingkaran dalam mendapat kue besar, lingkaran terluar menerima tetesan. Yayasan2 yang didirikan Pak Harto dan keluarga dan Golkar meneteskan uang ini ke ponpes, ormas2 keagamaan, panti asuhan, sekolah2, kelompencapir, nelayan, dsb. Uang yang bisa dipilih untuk dibelanjakan secara efisien di investasi publik jangka menengah dan panjang, atau dibelanjakan secara KKN plus sosialis di keperluan jangka pendek yang populis. Dan Pak Harto sudah memilih. Dan rakyat tampaknya bahagia&#8230;.</p>
<p>Kembali ke bisnis minyak&#8230; saat kita terjaga dari mimpi subsidi dan zona kenyamanan ala Orba, tiba2 kita menuntut Pertamina menjadi sekuat CNOOC atau Petronas, tiba2 kita menggugat uang bancakan dulu&#8230; uang yang diakui atau tidak menyumbang atas kestabilan negara yang baru belajar membangun ini. Jika selama ini Pertamina hanya jadi ajang mainan dan ATM, bagaimanakah tiba2 kita mengharap bahwa ia punya modal (uang, SDM, dan sistem) untuk berkompetisi dengan perusahaan minyak lainnya? Bagaimanakah kita tiba2 mengharap bahwa ia bisa reborn dan menjadi pemain yang kompetitif dan efisien?</p>
<p>Jangan lupa, selain berharap bahwa Pertamina menjadi perusahaan kompetitif (baca: naturenya perusahaan swasta), kita juga disaat yang sama berharap bahwa Pertamina bisa menjadi sinterklas. Memproduksi minyak dan membagi2kan dengan rakyat. Dua sifat yang sangat bertolak belakang. Mengharap keuntungan pada kantong yang dibolongi.</p>
<p>Kontrak dengan perusahaan asing, sebenarnya bukanlah skim yang berat sebelah. Bisnis migas itu bisnis global. Jika kita merasa dirugikan, kita bisa cari pemain lain. Apakah kita terlalu bodoh membuat skim bagi hasil ini? IMHO, sama sekali tidak. Sekali lagi ini adalah bisnis. If you don&#8217;t like it, leave it. Find another one&#8230; if you can <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perusahaan2 MNC beroperasi bukan cuma di Indonesia. Mereka ada di negara2 Arab, Afrika, Amerika Latin, dsb. Mereka tentu punya data komprehensif yang membandingkan situasi skim yang ditawarkan masing2 pemerintah. Keputusan untuk go or no go itu sudah dianalisis dan memperhitungkan resiko. Jika Indonesia menawarkan lahan yang belum tentu ada minyak ekonomisnya tapi minta skim yang semua keuntungan lari ke Indonesia sedangkan resiko ditanggung investor, siapa yang mau? Buktinya banyak. Beberapa kali tawaran lelang blok2 eksplorasi di Indonesia tidak laku.</p>
<p>Jika kita mengecam keberadaan perusahaan MNC di Indonesia sebagai lintah darat, pernahkah kita berpikir dari sisi lainnya? Bahwa Pertamina juga berusaha mendapatkan kontrak di negara2 asing? Bahwa China pun berbisnis minyak dengan Iran. Bisnis ini mengejar profit. Jika berinvestasi di Mars bisa mendapatkan probabilitas profit yang tinggi, maka perusahaan dari negara manapun yang punya modal akan mau melakukannya.</p>
<p>Jika kita meminta pemerintah menasionalisasi perusahaan asing di Indonesia, pernahkah kita terpikirkan bahwa bagaimana seandainya Pertamina dinasionalisasi di Iran atau di Libya? Bagaimana seandainya anda yang sudah membeli saham perusahaan X tiba2 saham anda diambil paksa oleh pemerintah Z? Adilkah?</p>
<p>Ah&#8230; kepanjangan ini&#8230;</p>
<p>2 pertanyaan lainnya akan saya lanjutkan di posting berikutnya.. Saya mau kembali kerja. Terima kasih yang sudah mau membacanya. Maafkan saya kalau hati anda jadi dongkol. Silahkan bantah dengan data jika anda punya, saya akan dengan senang hati membacanya dan memperbaiki pendapat saya jika perlu.</p>
<table style="border-collapse:collapse;height:45px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="1">
<col style="width:42pt;" span="3" width="56"></col>
<tbody>
<tr style="height:11.25pt;">
<td style="height:11.25pt;width:42pt;" width="56" height="15" align="right"></td>
<td style="width:42pt;" width="56" align="right"></td>
<td style="width:42pt;" width="56" align="right"></td>
</tr>
<tr style="height:11.25pt;">
<td style="height:11.25pt;" height="15"></td>
<td></td>
<td align="right"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/104/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/104/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=104&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2008/05/12/indonesia-negara-kaya-sda-tapi-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BBM Naik: Pilihan Populis vs Etika</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2008/05/11/bbm-naik-pilihan-populis-vs-etika/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2008/05/11/bbm-naik-pilihan-populis-vs-etika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 01:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Harga BBM akan dinaikkan, banyak pengamat, miliser, anggota DPR, dsb mengecam SBY-JK.
Ya udah, ga usah dinaikkan.
Terus, bagaimana dengan angka merah anggaran? Karena kita mengimpor dengan harga internasional sedangkan transfer bagi hasil migas ke daerah tetap memakai patokan harga internasional. Bagaimana menutup defisit anggaran?
Buat aja utang baru *wink wink* toh rakyat tidak banyak yang tahu.. yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=103&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Harga BBM akan dinaikkan, banyak pengamat, miliser, anggota DPR, dsb mengecam SBY-JK.</p>
<blockquote><p>Ya udah, ga usah dinaikkan.</p>
<p>Terus, bagaimana dengan angka merah anggaran? Karena kita mengimpor dengan harga internasional sedangkan transfer bagi hasil migas ke daerah tetap memakai patokan harga internasional. Bagaimana menutup defisit anggaran?</p>
<p>Buat aja utang baru *wink wink* toh rakyat tidak banyak yang tahu.. yang penting rakyat happy, BBM tidak naik.</p>
<p>Tapi kan utang baru itu akan merusak kesehatan keuangan negara, mungkin bisa bertahan 1-2 tahun, tetapi selanjutnya? Ekonomi Indonesia akan lebih terpukul!</p>
<p>Yah.. biarlah.. itu kan urusan nanti, apalagi belum tentu saya yang jadi Presidennya lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mega juga dulu menunda kenaikan BBM sebelum Pemilu 2004&#8230;</p></blockquote>
<p>Syukurlah, there are some people in the cabinet that still have sense and academic ethics to not let popular political decision destroy our economy&#8230;</p>
<p>Situasi ekonomi dunia memang memburuk. Bukan cuma Indonesia yang susah, negara2 majupun terkena krisis energi dan pangan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/103/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/103/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=103&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2008/05/11/bbm-naik-pilihan-populis-vs-etika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Respons! (pemerintah vs rakyat on tempe)</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/15/respons-pemerintah-vs-rakyat-on-tempe/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/15/respons-pemerintah-vs-rakyat-on-tempe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 06:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[insentif]]></category>
		<category><![CDATA[istirahat makan siang]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[kedelai]]></category>
		<category><![CDATA[ngobrol]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[tahu]]></category>
		<category><![CDATA[tempe]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/15/respons-pemerintah-vs-rakyat-on-tempe/</guid>
		<description><![CDATA[Selalu ada masalah di dunia ini. Terutama ekonomi. Juga politik. Apalagi kalau digabung: ekonomi politik. Atau kebijakan ekonomi yang biasanya terkait politik. Ruwet.
Saya -sebagaimana banyak ekonom lain- percaya dengan adagium &#8220;people respond to incentives&#8221;. Insentif adalah alasan paling reasonable yang membuat orang melakukan sesuatu. Pun government.
Terlalu banyak contoh yang bisa diambil. Misal, pemerintah ingin mendapatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=102&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selalu ada masalah di dunia ini. Terutama ekonomi. Juga politik. Apalagi kalau digabung: ekonomi politik. Atau kebijakan ekonomi yang biasanya terkait politik. Ruwet.</p>
<p>Saya -sebagaimana banyak ekonom lain- percaya dengan adagium &#8220;people respond to incentives&#8221;. Insentif adalah alasan paling reasonable yang membuat orang melakukan sesuatu. Pun government.</p>
<p>Terlalu banyak contoh yang bisa diambil. <span id="more-102"></span>Misal, pemerintah ingin mendapatkan kenaikan penerimaan dengan menerapkan pajak progresif mobil non-niaga berdasarkan besaran cc-nya. Tresholdnya adalah 1500 cc. Di atas itu, pajak naik secara signifikan. Insentif pemerintah: mendapatkan tambahan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor.</p>
<p>Respons konsumen: mencari mobil2 berukuran maksimal 1500 cc. Insentif: penghematan pajak.</p>
<p>Respons produsen mobil: membuat lebih banyak varian mobil 1500 cc termasuk menggusur tipe 1600 cc yang dulu sangat populer. Insentifnya: menangkap peluang pasar (profit).</p>
<p>Nah, dalam &#8220;permainan&#8221; aksi-reaksi ini, siapa yang akhirnya kalah-menang bisa berbeda2, bisa pemerintah, bisa konsumen, bisa produsen. Tetapi umumnya perilaku manusia berbasiskan alasan ekonomi, ingin mencapai tujuan yang menguntungkannya.</p>
<p>Seharusnya, semua berjalan pada koridor ini. Tetapi mengapa kita saksikan banyak kegagalan economic policy? Banyak sekali malah. Kenaikan BBM yang diikuti kelangkaan dan trickle down effect sangat besar, program asuransi keluarga miskin yang <strike>agak</strike> kacau, dan sekarang: harga tempe-tahu yang melambung.</p>
<p>Logika sederhananya dari sisi pemerintah ada 2: entah pemerintah tidak <strike>mau</strike> memperhitungkan respons yang mungkin terjadi, atau pemerintah <strike>desperately</strike> mengabaikan hal ini karena merasa tidak punya policy lain yang lebih bijak <strike>tapi perlu keringat buat melaksanakannya</strike>.</p>
<p>Buat konsumen (read: rakyat), saya punya tips. Jika anda merasa hopeless dengan pemerintah anda, maka pilihan anda adalah: menekan pemerintah <strike>dengan demo</strike>, atau mengubah perilaku anda.  Believe me, the latter is all government wants. Jika tempe-tahu mahal karena harga kedelai dunia melambung, maka anda berhentilah makan tempe-tahu. Dengan demikian permintaan komoditi ini akan menurun, dan harga perlahan akan menyesuaikan.</p>
<p>Itu kalau anda pilih yang kedua. Kalau yang pertama? silahkan demo, lobi, teriak, atau apalah&#8230; in many cases, pemerintah kita sangat peduli dengan citranya, maka akan melakukan apa saja demi meredam kemarahan publik (insentif jaim politis). Kalau perlu pemerintah kita akan menyubsidi harga kedelai atau sekalian harga tempenya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Does it help our economy?<br />
Sebagai orang yg pernah belajar ekonomi, saya akan jawab: no.</p>
<p>Dengan berjalannya waktu, manusia dan kehidupannya berubah. Apakah kita akan melawan perubahan itu berapapun ongkosnya? Ataukah kita beradaptasi dengan perubahan?</p>
<p>Dengan tetap mengkonsumsi tempe pada saat produksi <strike>keledai</strike> kedelai (kok dari tadi salah ketik melulu..) turun, secara sederhana kita melawan perubahan. Tentu saja, jika cukup banyak manusia di planet ini yang mampu membayar harga kedelai cukup tinggi, akan muncul usaha untuk memenuhinya (profit incentive) sampai tercapai lagi keseimbangan permintaan dan penawaran. Tetapi jika konversi lahan untuk pasar non-food (bio-fuel yang lagi trend nih) masih menawarkan profit yang lebih tinggi, maka harga mahal ini akan tetap bertahan. Dan sebagai konsumen tempe, apakah anda akan bertahan membeli tempe sepotong yang seharga daging steak?</p>
<p>Tapi hidup di negara demokratis, anda punya pilihan mau membelanjakan uang anda buat tempe atau daging atau dugem. Saya percaya kalau anda melakukannya juga berdasarkan insentif: jika kepuasan makan tempe lebih tinggi daripada makan daging atau dugem, maka anda akan melakukannya, vice versa.</p>
<p>*saya suka tempe, tapi tetap bisa hidup tanpa tempe*</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/102/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/102/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=102&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/15/respons-pemerintah-vs-rakyat-on-tempe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balance Sheet of Soeharto&#8217;s Policies</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/14/balance-sheet-of-soehartos-policies/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/14/balance-sheet-of-soehartos-policies/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 10:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hidup sebagai siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[soeharto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/14/balance-sheet-of-soehartos-policies/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini bukanlah dimaksudkan untuk mengumpulkan daftar kejelekan Soeharto. Tapi once, sekitar 3-4 tahun yl, saya pernah menjadi discussant sebuah seminar mengenai &#8220;Balance Sheet of Soeharto&#8217;s Policies&#8221; di kampus kami. Pembicaranya seorang scholar Indonesianist yang cukup punya nama, mantan pejabat Australia, professor terkenal, dan pernah cukup lama bekerja di Indonesia sebagai entahlah- economic advisor, consultant, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=101&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tulisan ini bukanlah dimaksudkan untuk mengumpulkan daftar kejelekan Soeharto. Tapi once, sekitar 3-4 tahun yl, saya pernah menjadi discussant sebuah seminar mengenai &#8220;Balance Sheet of Soeharto&#8217;s Policies&#8221; di kampus kami. Pembicaranya seorang scholar Indonesianist yang cukup punya nama, mantan pejabat Australia, professor terkenal, dan pernah cukup lama bekerja di Indonesia sebagai entahlah- economic advisor, consultant, dsb.</p>
<p>Beliau ini menuliskan daftar positif dan negatif kebijakan yang diambil atau direstui oleh Soeharto. KB, wajib belajar, swasembada beras, perpindahan dari import substitution ke export oriented dalam industrial policy di th 80-an, green revolution, ada di dalam credit list. Sedangkan negative listnya: <span id="more-101"></span>dictatorship, militer yang menguasai sipil, KKN, sistem yang tidak transparan, BUMN yang bobrok,.. hmmm apalagi ya..</p>
<p>Waktu itu saya mengritik policy pembangunan yang terpusat di Jawa dan menggunakan pendekatan perencanaan terpusat, kebijakannya yang memperkaya anak2nya (contoh Timor, BPPC, dsb), perlindungannya terhadap koruptor kakap (contoh pertamina, bank2, dsb), intervensinya terhadap bank sentral (contoh: liberalisasi sektor perbankan dan keuangan tanpa sekuensial dan instrumen yang memadai, kelambatan mengambil kebijakan moneter saat diancam krisis demi menyelamatkan bisnis anak2nya, BLBI tak bersyarat, dsb), kebijakan pemisahan antara WNI keturunan Tionghoa dan WNI lainnya, pelemahan (pemerintah) daerah, dan.. saya lupa apa lagi, karena file2nya belum ketemu di kompi lama saya (tentunya bersama data2).</p>
<p>Soeharto mempunyai daftar positif dan negatif dalam berbagai bidang: militer, pemerintahan, HAM, toleransi agama, pembangunan SDM, ekonomi, sosial.. tentunya dalam konteks kenegaraan, bukan kehidupan pribadinya. Tentu saya mengapresiasi beberapa program yang dampaknya positif semisal wajib belajar. Terlepas dari kelihatannya &#8220;bagus&#8221; dalam berbagai kebijakannya, banyak sekali diantaranya dibangun atas dasar kebohongan. Persis seperti Uni Sovyet dulu. Bagus saat itu tapi <b>at all costs </b>yang di masa sekarang <b>menampakkan real costs-nya.</b></p>
<p>Tetapi setelah dipikir2 lagi, warisan terburuknya adalah mental yang sudah terkungkung selama puluhan tahun. Sekarang ini akibatnya sedang kita &#8220;nikmati&#8221;.</p>
<p>Dulu, sedikit saja kritik terhadap Soeharto dan keluarga langsung &#8220;digebuk&#8221;, akibatnya rakyat terbiasa bungkam.<br />
Sekarang semua tau2 bermulut pedas,  tidak cuma menghujat pemerintah, bahkan saling hujat antar rakyat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dulu, kita terbiasa dengan paradigma PNS yang makan gaji buta, akibatnya sampe sekarangpun kita masih asing dengan istilah public servant, maunya masiiiih aja dilayani.</p>
<p>Dulu kita terbiasa dengan kekuatan dan kekuasaan ABRI, sampe takuuuuut liat seragam. Bupati, gubernur dan dubes hampir semuanya militer. Bahkan ada militer di MPR/DPR hehehe.. lucu sekali. Sekarang, rakyat tiba2 berani -mungkin muak- dengan arogansi militer, lihat saja.. bentrok antar sipil-militer sering terjadi.</p>
<p>Dulu kita dininabobokan oleh BBM bersubsidi gila2an, beras juga disubsidi, proyek2 mercusuar yang tidak sustainable, akibatnya sekarang semua terbiasa &#8220;manja&#8221;, minta disuapin, minta semuanya gratis, berilusi bahwa kita ini bangsa yang hebat dan kompetitif, tidak bisa melihat kenyataan&#8230; dan yang paling parah: tidak bisa berpikir holistic, tidak mampu mengaitkan causalitas, dan short memory.</p>
<p>Tidak percaya? Lihat saja alasan yang dipakai oleh orang2 yang kena SARS: dulu beras murah, dulu minyak tanah murah, dulu dollar murah.</p>
<p>Tidakkah bisa melihat bahwa situasi saat itu dan sekarang memang berbeda? Apa dipikirnya kalau Soeharto masih berkuasa kita masih akan seperti kemaren? No way. It will  most likely be getting worsen. Karena &#8220;kemakmuran&#8221; dahulu itu dibiayai oleh ongkos gila2an dan inefisiensi yang tidak diketahui publik dan BELUM saatnya meledak ke permukaan.  Siapa yang menanggung inefisiensi yang biasanya dinikmati segelintir orang? Ya rakyat semuanya. (dan dibalik kemakmuran rakyat atau lebih tepatnya hanya yg baik2 saja yg boleh diekspos, keluarganya jauh lebih makmur).</p>
<p>Tapi sejak krisis, Indonesia mulai &#8220;telanjang&#8221;: publik jadi tahu bahwa selama ini balanced budget  itu cuma tipuan saja, bahwa perbankan kita sangat rapuh dan busuk, bahwa birokrasi kita bagaikan orang idiot, bahwa BUMN kita beroperasi dengan sistem kapal keruk, bahwa kita sama sekali tidak kompetitif bahkan di sektor pertanian. Kemakmuran semu.  Krisis membuat negara ini tidak mampu lagi menunjang pemborosan luar biasa itu. Siapapun yang meneruskan pemerintahan rejim Orba ini tetap akan menghadapi masalah luar biasa. Sayangnya Indonesia masih dapat pemimpin2 yang lumayan memble juga..</p>
<p>Tapi lucu ya&#8230; short memory&#8230; orang banyak yang lupa,  kalau Orde Baru itu kemaren dimaki2.. sekarang kok dirindukan hehehe&#8230;</p>
<p>Well, Soeharto bukanlah orang satu-satunya yang bertanggung jawab atas semua hal di atas. Tapi dia pun tak memungkiri bahwa dia adalah mastermind sistem tsb. Jadi wajarlah dia yang pertama kali harus menjelaskan pertanggungjawabannya. Rakyat pun punya porsi pertanggungjawaban masing-masing.</p>
<p>Sebagai manusia biasa saya merasa kasihan melihat Soeharto yang sudah menjelang maut tapi masih jadi ajang politisasi keluarganya, juga ajang tawar menawar rente politik dari berbagai partai dan kelompok. Tapi sebagai bagian dari rakyat, saya menganggap inilah pelajaran yang harus kita pahami: siapa menebar angin akan menuai badai.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/101/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/101/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=101&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/14/balance-sheet-of-soehartos-policies/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bodoh!</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/14/bodoh/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/14/bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 07:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/14/bodoh/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Kompas:
&#8220;Saya sedih, kok rakyat Indonesia ini bodoh bener percaya Pak Harto
dituduh korupsi. Korupsi yang mana? Tiap lima tahun kan
dipertanggungjawabkan ke MPR. Setelah itu kan Pak Harto juga selalu
dipilih kembali,&#8221; ujar Probosutedjo.
Komentar saya: lebih bodoh lagi mau percaya omongan Probosutedjo.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=100&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari Kompas:</p>
<p>&#8220;Saya sedih, kok rakyat Indonesia ini bodoh bener percaya Pak Harto<br />
dituduh korupsi. Korupsi yang mana? Tiap lima tahun kan<br />
dipertanggungjawabkan ke MPR. Setelah itu kan Pak Harto juga selalu<br />
dipilih kembali,&#8221; ujar Probosutedjo.</p>
<p>Komentar saya: lebih bodoh lagi mau percaya omongan Probosutedjo.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/100/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/100/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=100&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2008/01/14/bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hare Genee Ratu Adil?&#8230; Tuhan Maha Adil!</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/19/menunggu-ratu-adil-haduh/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/19/menunggu-ratu-adil-haduh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 03:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[introspeksi]]></category>
		<category><![CDATA[santai]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/19/menunggu-ratu-adil-haduh/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita perhatikan di tulisan2 media massa, milis2, sampai ke percakapan sehari2&#8230; seringkali salah satu solusi yang dianggap mumpuni buat mengatasi masalah keterpuruukan Indonesia adalah datangnya seorang Ratu Adil atau Satria Piningit atau apalah namanya&#8230; pokoknya seorang pemimpin yang dengan kearifan, kepintaran, dan ke ke lainnya akan mampu menolong bangsa Indonesia.
Datangnya si ratu ini akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=99&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau kita perhatikan di tulisan2 media massa, milis2, sampai ke percakapan sehari2&#8230; seringkali salah satu solusi yang dianggap mumpuni buat mengatasi masalah keterpuruukan Indonesia adalah datangnya seorang Ratu Adil atau Satria Piningit atau apalah namanya&#8230; pokoknya seorang pemimpin yang dengan kearifan, kepintaran, dan ke ke lainnya akan mampu menolong bangsa Indonesia.</p>
<p>Datangnya si ratu ini akan menyebabkan si miskin menjadi kaya, si kaya menjadi pemurah, si jobless menjadi occupied, si rakyat kecil menjadi pemegang tahta bangsa.. bangsa kita jadi alim semua, santun, suka menolong, dihormati bangsa2 lain, didengarkan oleh negara2 super..<br />
utang? lunas dong&#8230;<br />
bensin? seceng seliter juga udah kemahalan tuh&#8230;<br />
orang miskin dapat perumahan gratis, pengobatan gratis, tunjangan bulanan gratis&#8230;<br />
1 rupiah = 1 US dollar</p>
<p>wes, pokoknya adil makmur aman sejahtera tentrem&#8230;</p>
<p>Apa yang selalu menggelitik pikiranku saat membaca tentang solusi Ratu adil?</p>
<p><span id="more-99"></span>Kita adalah bangsa pemalas. Ya, kita malas mengambil tindakan&#8230; memperjuangkan apa yang bisa kita perjuangkan, mengubah apa  yang bisa kita ubah, membangun apa yang bisa kita bangun, menunaikan kewajiban sebelum meminta hak, mendidik diri &#8211; keluarga dan lingkungan kita, dan menyadari bahwa kemajuan itu tidak datang dari langit. Semuanya harus bekerja keras untuk mencapai dan memeliharanya&#8230;</p>
<p>Yang ada sekarang adalah kita memaki, menyalahkan pihak lain untuk semua ketidakpuasan kita, dan kita bermimpi serta menggantungkan harapan pada sang Ratu Adil&#8230;.</p>
<p>Masih nunggu Ratu Adil?</p>
<p>Tuhan Maha Adil <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=99&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/19/menunggu-ratu-adil-haduh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemekaran Daerah di Indonesia: Salah Insentif?</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/12/pemekaran-daerah-di-indonesia-salah-insentif/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/12/pemekaran-daerah-di-indonesia-salah-insentif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 04:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[desentralisasi]]></category>
		<category><![CDATA[introspeksi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[non-Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[otonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[santai]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/12/pemekaran-daerah-di-indonesia-salah-insentif/</guid>
		<description><![CDATA[Perhatikan angka di tabel berikut:
Jumlah municipalities/kabupaten-kota



Negara


1999


2007




Indonesia


341


470




Japan


3,232


1,820



Jadi sementara di Jepang daerah2nya bergabung, di Indonesia sebaliknya: memecah menjadi daerah2 yang lebih kecil.
Depdagri melaporkan bahwa 76 dari 104 daerah baru hasil pemekaran selama tahun 2000-2004 bermasalah. Masalah2nya a.l: transfer asset, tidak diakui daerah induk, perselisihan antara pihak pro dan con, sampai pada masalah “cemen” semisal penentuan ibukota kabupaten [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=97&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perhatikan angka di tabel berikut:</p>
<p class="MsoNormal">Jumlah municipalities/kabupaten-kota</p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;margin-left:41.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:106.2pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="142">
<p class="MsoNormal">Negara</p>
</td>
<td style="width:0.9in;border-color:windowtext windowtext windowtext #000000;border-style:solid solid solid none;border-width:1pt 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="86">
<p class="MsoNormal">1999</p>
</td>
<td style="width:63pt;border-color:windowtext windowtext windowtext #000000;border-style:solid solid solid none;border-width:1pt 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="84">
<p class="MsoNormal">2007</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:106.2pt;border-color:#000000 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="142">
<p class="MsoNormal">Indonesia</p>
</td>
<td style="width:0.9in;border-color:rgb(0,;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="86">
<p class="MsoNormal">341</p>
</td>
<td style="width:63pt;border-color:rgb(0,;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="84">
<p class="MsoNormal">470</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:106.2pt;border-color:#000000 windowtext windowtext;border-style:none solid solid;border-width:medium 1pt 1pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="142">
<p class="MsoNormal">Japan</p>
</td>
<td style="width:0.9in;border-color:rgb(0,;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="86">
<p class="MsoNormal">3,232</p>
</td>
<td style="width:63pt;border-color:rgb(0,;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="84">
<p class="MsoNormal">1,820</p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal">Jadi sementara di Jepang daerah2nya bergabung, di Indonesia sebaliknya: memecah menjadi daerah2 yang lebih kecil.</p>
<p class="MsoNormal">Depdagri melaporkan bahwa 76 dari 104 daerah baru<span id="more-97"></span> hasil pemekaran selama tahun 2000-2004 bermasalah. Masalah2nya a.l: transfer asset, tidak diakui daerah induk, perselisihan antara pihak pro dan con, sampai pada masalah “cemen” semisal penentuan ibukota kabupaten yang baru <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal">Sementara Pemerintah Jepang memberikan insentif pada daerah2nya untuk bergabung, regulasi di Indonesia memberi insentif pada daerah untuk melakukan pemekaran.</p>
<p class="MsoNormal">Insentif itu bisa berupa uang: jaminan mendapatkan DAU bagi setiap daerah, pembentukan perangkat organisasi Pemda yang baru yang menyebabkan tersedianya jabatan2 baru dan promosi (promosi = tambah penghasilan).<br />
Atau insentif politik: review proposal pemekaran oleh DPRD membuka peluang deal2 politik dan bisnis, peluang mendapat tambahan kursi dari daerah baru, peluang memegang kendali daerah oleh parpol, dsb.</p>
<p class="MsoNormal">Memang negeri kita ini masih belajar berdemokrasi… now we can see that our beloved country is almost fully occupied by political rent seekers <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=97&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/12/pemekaran-daerah-di-indonesia-salah-insentif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggapan (seandainya saya adalah) Menteri Pariwisata terhadap Malaysia</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/08/tanggapan-seandainya-saya-adalah-menteri-pariwisata-terhadap-malaysia/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/08/tanggapan-seandainya-saya-adalah-menteri-pariwisata-terhadap-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 01:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[budak Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[diplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[ringan]]></category>
		<category><![CDATA[santai]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[visit Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/08/tanggapan-seandainya-saya-adalah-menteri-pariwisata-terhadap-malaysia/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sewa biro iklan ternama untuk membuat iklan besar dengan tema:
&#8220;Keagungan budaya Indonesia sangat tinggi dan indah
Tidak diragukan lagi&#8230; Malaysia-pun sangat mengaguminya dan ingin mengadopsinya
Terimakasih dik! Mari kita cintai dan majukan bersama budaya Indonesia.&#8221;
Visit Indonesia 2008, untaian zamrud katulistiwa 
Terus audio visualnya adalah budak-budak Malaysia yang sedang belajar dan memperagakan budaya Indonesia dari orang Indonesia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=96&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya sewa biro iklan ternama untuk membuat iklan besar dengan tema:</p>
<p><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Book Antiqua';">&#8220;Keagungan budaya Indonesia sangat tinggi dan indah</span></strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Book Antiqua';">Tidak diragukan lagi&#8230; Malaysia-pun sangat mengaguminya dan ingin mengadopsinya</span></strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Book Antiqua';">Terimakasih dik! Mari kita cintai dan majukan bersama budaya Indonesia.&#8221;</span></strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><strong><em><span style="font-size:24pt;font-family:'Monotype Corsiva';">Visit Indonesia 2008, untaian zamrud katulistiwa </span></em></strong><span style="font-size:24pt;font-family:'Monotype Corsiva';"></span></p>
<p>Terus audio visualnya adalah budak-budak Malaysia yang sedang belajar dan memperagakan budaya Indonesia dari orang Indonesia. &#8220;Kalau mau lihat aslinya, belajar dari sumbernya&#8230; mari ke Indonesia!&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Iklan ini ditayangkan di TV2 dan majalah2 terkenal internasional.</p>
<p>Sayangnya saya bukan MenPar RI&#8230;. hehehe&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=96&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/08/tanggapan-seandainya-saya-adalah-menteri-pariwisata-terhadap-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jokes: on Gold, Inflation, Interest Rate, Money Supply, and Anti Neoliberal</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/07/jokes-on-gold-inflation-interest-rate-money-supply-and-anti-neoliberal/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/07/jokes-on-gold-inflation-interest-rate-money-supply-and-anti-neoliberal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 04:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[debat kusir]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[santai]]></category>
		<category><![CDATA[teori konspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/07/jokes-on-gold-inflation-interest-rate-money-supply-and-anti-neoliberal/</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai postingan lucu:
Trend emas dari dulu sampai skarang selalu naik harganya.
Sebagai pemilik emas, saya dan mungkin orang lain yg seperti saya, jelas punya kekuasaan memberi pelajaran pada pemerintah yang korup ini, kelak jika bau bangkai mereka tak lagi bisa di tutupi dan rakyat menjadi marah karenanya, maka kami para pemegang emas akan pegang kendali dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=95&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Berbagai postingan lucu:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Trend emas dari dulu sampai skarang selalu naik harganya.<br />
Sebagai pemilik emas, saya dan mungkin orang lain yg seperti saya, jelas punya kekuasaan memberi pelajaran pada pemerintah yang korup ini, kelak jika bau bangkai mereka tak lagi bisa di tutupi dan rakyat menjadi marah karenanya, maka kami para pemegang emas akan pegang kendali dunia ini. Dan cepat atau lambat hal itu pasti akan<br />
terjadi. Dan saya akan sangat menikmati moment moment itu jika tiba.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">================<br />
err, yah kenyataannya begitulah&#8230; mereka (Bank Sentral) mencetak duit sesuka hatinya, klo ngga mah ga mungkin ada inflasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Ketika amerika tidak punya kekayaan lagi untuk membiayai perangnya, dia mencetak uang sebanyak2nya lalu membebankannya ke negara lain sebagai utang yg berbunga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">================</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Beda dengan <span class="nfakpe">uang</span> kertas, <span class="nfakpe">emas</span> </span><span id="more-95"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">gak punya backing. Malah justru dimusuhi oleh central bank (kalo di kita, BI) dan pemerintah yang terus berusaha mempertahankan status quo mereka memakai kekuatan <span class="nfakpe">uang </span>kertas. Semua negara saat ini memakai <span class="nfakpe">uang</span> kertas, jadi sebetulnya mereka itu musuhnya <span class="nfakpe">emas</span>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">================<br />
harga emas tidak pernah naik atau turun sampai kapan pun<br />
yang bener bukan harga emas naik tapi nilai mata uang kita yang turun<br />
coba cek lagi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">================<br />
kasus cina, inflasi terjadi dengan mekanisme sebagai berikut;<br />
tadi saya sudah coba jelaskan bahwa setiap sertifikat yang diterbitkan harus mewakili sejumlah <span class="nfakpe">emas</span> agar nilai sertifikat tersebut tetap. misal 1 lembar = 1 gram</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">nah dalam peredarannya bila laju pertumbuhan kegiatan ekonomi meningkat diperlukan jumlah lembaran yang lebih banyak. nah lembaran sertifikat ini apakah seimbang dengan penerimaan devisa?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">kalau sama berarti tidak inflasi, kalau pencetakan <span class="nfakpe">uang</span> lebih banyak daripada penerimaan devisa berarti inflasi, bila pencetakan <span class="nfakpe">uang</span> lebih sedikit daripada peneriamaan devisa berarti devaluasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">================</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">(dari seorang pembenci paham kapitalisme/neo-lib):</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">si <span class="nfakpe">hayek</span> dan keynes berdebat<br />
akan tetapi orang terutama barat (yahudi)<br />
lebih suka mengambil pemikiran si keynes :p<br />
nah sistem ini lah yang sebenarnya dikenal dengan sistem kapitalisme<br />
(sayang si Karl Max tidak mengalami jaman kedua nya) dan di tentang oleh karl max , hanya saja si karl max sebenarnya ada hal yang dia ketahui tapi dia tidak mengetahui bentuknya (yaitu pengetahuan/knowledge)</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">sistem nilai inilah yang digunakan oleh Keynes dan kapitalis2 yahudi buat mengatur yang namanya moneter ,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Mulai lah dengan Approach nya Islam<br />
kalau mau pakai teoritis , mulailah dengan approach nya <span class="nfakpe">Hayek</span>,,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">================</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Bursa saham dan bunga adalah sistem ekonomi diluar Islam. Tapi bursa saham tak sesuai dengan ekonomi Islam karena tak memenuhi akad ijab kabul perdagangan.<br />
Dimana jual beli transaksi dalam Islam menuntut keberadaan kejelasan barang yang dijual dan kejelasan siapa yang membeli serta menjual. Sedang bursa saham, kita jual beli kertas obliglasi. Memang diperbolehkan mendapat untung banyak namun sayangnya, penjualan saham kadang membuat harga saham jauh sangat tinggi melampaui harga rill barang. sehingga kadang tanpa disadari pemilik aset perusahaan telah terjadi pengambil alihan kepemilikan perusahaan. Selain itu bila kita menginvestasikan modal pada bursa saham kita tidak tahu uang kita itu mau digunakan untuk modal atau usaha yang halal atau tidak. Nggak jelas akad jual belinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">================</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Menurut saya ada faktor utama terjadinya kecelakaan transportasi, yaitu penerapan sistem ekonomi neoliberal di bidang transportasi.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Pada sistem itu negara tidak boleh turut berbisnis.<br />
Semua diserahkan pada swasta. Negara haram memberikan subsidi. Sebisa mungkin, subsidi di bidang transportasi dihapuskan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">================<br />
Hasil Neoliberalisme &#8211; Re: 26 JUTA BANGSA KITA TERKENA GANGGUAN JIWA?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">================ </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Biaya produksi minyak di Indonesia 1 dollar AS per barrel. Andaikata biaya penyulingan hingga ke pombensin US$ 13 per barrel, maka dengan harga bensin Rp 4.500/liter (US$ 77/barrel), operator untung US$64/barrel. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Artinya dalam setahun mereka bisa untung<br />
Rp 211.554.000.000.000 dari penjualan sekitar 1 juta barrel minyak per hari di Indonesia (1 barrel sekitar 159 liter).</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Tak heran kalau orang kerja di perusahaan minyak kaya2.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=95&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/07/jokes-on-gold-inflation-interest-rate-money-supply-and-anti-neoliberal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Konspirasi: debat yang tak kunjung mencerahkan :(</title>
		<link>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/06/teori-konspirasi-debat-yang-tak-kunjung-mencerahkan/</link>
		<comments>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/06/teori-konspirasi-debat-yang-tak-kunjung-mencerahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 03:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kei</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[debat]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[teori konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/06/teori-konspirasi-debat-yang-tak-kunjung-mencerahkan/</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira setengah tahun ini, saya menahan diri untuk tidak membalas email2 di berbagai milis yang saya ikuti. Atas dasar beberapa pertimbangan:
1. Reply dari saya biasanya akan ditanggapi panjang. Di beberapa milis, karena respon saya dianggap di luar mainstream, biasanya saya seperti dikeroyok. Bukan saya takut dengan cecaran puluhan pertanyaan atau bahkan hujatan. Hanya kemudian saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=94&subd=klikdisini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kira-kira setengah tahun ini, saya menahan diri untuk tidak membalas email2 di berbagai milis yang saya ikuti. Atas dasar beberapa pertimbangan:</p>
<p>1. Reply dari saya biasanya akan ditanggapi panjang. Di beberapa milis, karena respon saya dianggap di luar mainstream, biasanya saya seperti dikeroyok. Bukan saya takut dengan cecaran puluhan pertanyaan atau bahkan hujatan. Hanya kemudian saya menyadari, it takes too much time to respond them. Duh, sayang waktu harus dihabiskan memelototi laptop dan alih2 mengetik laporan riset, saya malah harus berdebat dengan orang2 yang tidak jelas.</p>
<p>2. Adanya gap yang biasanya cukup lebar mengenai pemahaman fungsi ekonomi dan politik antar berbagai segmen masyarakat. Bukannya sombong, ilmu ekonomi itu sebenarnya sama saja dengan ilmu teknik atau sains, tanpa memahaminya lewat serangkaian metode pembelajaran dan buku2 standar yang harus dimengerti, tidaklah mudah menangkap isi dan seluk-beluk ilmu tsb. Bedanya adalah, kalau kita tahu sedikit mesin mobil, kita mungkin tidak berani berkoar2 soal permesinan dan teknologi fuel cell. Tetapi tahu sedikit soal ekonomi &#8211; dengan membaca sedikit buku ekonomi <strike>palsu</strike> populer &#8211; banyak yang sangat pede untuk bicara bahkan memberi solusi kebijakan ekonomi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau ilmu politik, selain memerlukan metode pembelajaran, banyak sekali informasi asimetris alias informasi yang tidak terungkap ke semua pihak. Tahukah anda bahwa kenapa presiden memutuskan A? Tentunya banyak orang klaim bahwa itu karena presiden kita bodoh, atau presiden ingin X, atau presiden dibohongi stafnya, atau&#8230;. padahal yang bilang ini-itu mungkin ngga tau apa2 sama sekali apa yang sebenarnya terjadi&#8230;</p>
<p>Dengan gap yang lebar itu, in short: cape deh harus menjelaskan berulang2&#8230;  dan endingnya tetap sama: ga sepakat, saya dianggap bodoh dan ngga ngerti ekonomi, saya dianggap antek kapitalis, atau yang paling top: bagian dari konspirasi yahudi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>3. Terkait no.2, bahasan paling top dan berbusa2 ujung2nya bermuara pada: teori konspirasi (TK). Dan <strike>semua</strike> mereka puas. Jangan heran, di milis2 yang isinya alumni institut dan universitas top, masih banyak yang demen banget sama TK. Seakan puas kalau sudah berhasil menimpakan semua keterpurukan, keburukan, dan kesontoloyoan Indonesia pada mahluk yang bernama TK ini. Entah konspirasi Amerika-Yahudi, Amerika-presiden, atau Jepang-Alien&#8230; pokoknya orang Indonesia itu sebenernya baik2, pinter2, ramah2&#8230; cuma selalu sial dijahati oleh orang2 londo dan jepun. Puassss&#8230;.. Menurut <strike>penelitian</strike> pengalaman, mayoritas ending diskusi economic policy akan berakhir di situ&#8230; jadi jangan berharap dapat pencerahan hehehehe&#8230;</p>
<p>4. Paradoksial. Di satu sisi, seneng banget mengait2kan suatu fenomena dengan hal2 rumit dari TK. Di sisi lain, over simplify terhadap pendapat yang berbeda: anda antek pemerintah. Perbedaan pendapat telah direduksi menjadi 2 kutub: either you are with us or against us (eh jadi inget si Bush brengsek). Kalau anda mengemukakan beberapa poin bagus dari kebijakan pemerintah, maka anda akan dituduh sebagai pendukung pemerintah &#8230; atau lebih lucu lagi: anda dianggap  sebagai pihak yang diuntungkan secara materi dari proyek pemerintah (ga nyambung abisss). Tanpa mau tahu logika dan sistem yang coba diterangkan.</p>
<p>5 . Semua yang berbau pro kebijakan pemerintah dianggap salah. Padahal saya ingat sekali ada lebih banyak kritik saya terhadap kebijakan pemerintah dibanding pujian, tapi sekalinya mendukung langsung dicap pro-pemerintah. Yang cool adalah yang selalu melawan kebijakan pemerintah. Lupa kali, kalau mereka mengecam kebijakan pemerintah (yang dipilih secara demokratis) merekalah biasanya yang menggagalkannya, setelah gagal, merekalah yang akan mengecam lag: tuh pemerintah gagal. Apa maunya ya?? Ada-ada saja&#8230;<br />
6. Dalam kasus konflik: yang lain pasti salah, tapi rakyat selalu benar.  Ngga peduli itu cerita rakyat nyolong kabel PLN, rakyat membuang sampah di kali dan menempati ruang yang bukan haknya, atau rakyat yang mengeroyok aparat. Pokoknya yang dianggap &#8220;kecil&#8221; mesti dibela habis2an. Jadi ingat cerita supir taksi kemaren: temannya jalan pelan dan ditabrak motor yang dikendarai secara ceroboh oleh anak kecil. Apa yang terjadi? Mobil taksinya dirusak hampir dibakar, sopirnya digebukin, dan dipalak&#8230;. oleh rakyat kecil.</p>
<p>Dengan semua alasan tsb, saya benar2 berusaha mendisiplinkan diri untuk tidak menulis repsons dalam milis, walau kadang gemes banget baca analisis asbun. Karena harapan saya dalam berdiskusi sebenarnya adalah mendapatkan insights dari pendapat2 orang lain, yang mungkin tidak saya pikirkan sebelumnya&#8230; istilahnya pencerahan. Tapi yang ada malah cape deh&#8230;</p>
<p>Next post, saya akan kutip beberapa postingan lucu dari berbagai milis.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikdisini.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikdisini.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikdisini.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikdisini.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikdisini.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikdisini.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikdisini.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikdisini.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikdisini.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikdisini.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikdisini.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikdisini.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikdisini.wordpress.com&blog=1421122&post=94&subd=klikdisini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikdisini.wordpress.com/2007/12/06/teori-konspirasi-debat-yang-tak-kunjung-mencerahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28a9e5503a258b021de1ff93ebf85dc1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">konsultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>