Suatu Hari Dalam Hidupku

Desember 19, 2007

Hare Genee Ratu Adil?… Tuhan Maha Adil!

Diarsipkan di bawah: Indonesia, Opini, Renungan, budaya, introspeksi, santai, thoughts — kei @ 12:07 pm

Kalau kita perhatikan di tulisan2 media massa, milis2, sampai ke percakapan sehari2… seringkali salah satu solusi yang dianggap mumpuni buat mengatasi masalah keterpuruukan Indonesia adalah datangnya seorang Ratu Adil atau Satria Piningit atau apalah namanya… pokoknya seorang pemimpin yang dengan kearifan, kepintaran, dan ke ke lainnya akan mampu menolong bangsa Indonesia.

Datangnya si ratu ini akan menyebabkan si miskin menjadi kaya, si kaya menjadi pemurah, si jobless menjadi occupied, si rakyat kecil menjadi pemegang tahta bangsa.. bangsa kita jadi alim semua, santun, suka menolong, dihormati bangsa2 lain, didengarkan oleh negara2 super..
utang? lunas dong…
bensin? seceng seliter juga udah kemahalan tuh…
orang miskin dapat perumahan gratis, pengobatan gratis, tunjangan bulanan gratis…
1 rupiah = 1 US dollar

wes, pokoknya adil makmur aman sejahtera tentrem…

Apa yang selalu menggelitik pikiranku saat membaca tentang solusi Ratu adil?

(lagi…)

September 17, 2007

Thank God, I’m an atheist!

Diarsipkan di bawah: Renungan, lucu, non-Indonesia, ringan — kei @ 2:21 pm

Ini cerita iseng. 2 hari yl, waktu sahur. Saya menunggu teman dari lantai lain di gedung ini untuk bersama nyahur. Pagi itu menu kami adalah cheese cake yang iseng dibeli malamnya :D plus buah dan yoghurt. Minumnya juice.

Tiba2 muncullah seorang cowo yang bertanya2 tentang peraturan dorm ini. Dia tinggal di lt 9, beda 6 lt dg saya :D Kok bisa ini anak nyasar ke lantai saya di saat2 semua penghuni lelap.

Ternyata dia abis mabok2an… dia bilang “Thank God, hari ini libur, saya bisa party” sampe sahur menjelang subuh. (lagi…)

Agustus 19, 2007

Kalau bisa CURANG, kenapa harus JUJUR?

Dari kontributor:

Suatu hari di tahun 2003

Aku menguap sambil memeriksa hasil ujian mahasiswa yang bertumpuk di mejaku. Hmm.. sebentar lagi selesai. Aku selalu mempunyai 3 kebiasaan pada saat memeriksa ujian:

Pertama, aku menuliskan jawaban setiap soal beserta bobotnya. Itu yang menjadi pegangan pemeriksaan. Maksudnya supaya aku memberi penilaian yang standar untuk semua mahasiswa.

Kedua, aku tidak melihat nama mahasiswa yg berkasnya sedang kuperiksa. Aku tidak ingin sedikitpun ada unsur subjektivitas dalam memberikan nilai (ah yang ini rajin, yg ini yg sering menegur, dsb…)

Ketiga, aku akan memeriksa tidak dalam keadaan emosional (kesal, marah, misalnya) dan sedapat mungkin menyelesaikannya sekali periksa.

Ketika memeriksa jawaban di berkas ketiga dari akhir tumpukan, aku merasa.. déjà vu. Jawaban ini, sudah pernah kubaca sebelumnya. Aku mencari2 di tumpukan yang telah kuperiksa. Got it. Here we go…

(lagi…)

Agustus 17, 2007

Suatu negeri penuh kompleksitas bernama Indonesia

Diarsipkan di bawah: 17 agustus, Indonesia, Opini, Renungan, introspeksi, kemerdekaan — kei @ 3:26 pm

Catatan dari seorang teman (warning: tulisan panjang):

Hari ini 17 Agustus. Jujur saja, aku hampir lupa kemaren tanggal berapa hari ini. Waktuku sekarang berputar di antara kamar ini saja. Duduk di depan pekerjaan yang tidak selesai2. Keluar hanya untuk ke dapur atau belanja sekedarnya.

Tiba2 aku seperti diingatkan serentetan puisi, tulisan, curhat dsb dari banyak orang Indonesia, baik di dalam maupun di LN. Setiap tahun hampir sama. Bangga, sedih, kosong, marah. Jadilah aku ingin menulis dari sisiku.

Pertama, banyak yang menulis kegundahannya akan kondisi ekonomi negara yang dianggap terus terpuruk. Dibandingkan dg masa lalu, katanya “dulu antri beras, sekarang juga. dulu sekolah mahal, sekarang juga. jadi buat apa merdeka?”

(lagi…)

Blog pada WordPress.com.