Suatu Hari Dalam Hidupku

Januari 15, 2008

Respons! (pemerintah vs rakyat on tempe)

Selalu ada masalah di dunia ini. Terutama ekonomi. Juga politik. Apalagi kalau digabung: ekonomi politik. Atau kebijakan ekonomi yang biasanya terkait politik. Ruwet.

Saya -sebagaimana banyak ekonom lain- percaya dengan adagium “people respond to incentives”. Insentif adalah alasan paling reasonable yang membuat orang melakukan sesuatu. Pun government.

Terlalu banyak contoh yang bisa diambil. (lagi…)

Januari 14, 2008

Balance Sheet of Soeharto’s Policies

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, Indonesia, Opini, kebijakan, korupsi, politik, refleksi, soeharto — kei @ 7:55 pm

Tulisan ini bukanlah dimaksudkan untuk mengumpulkan daftar kejelekan Soeharto. Tapi once, sekitar 3-4 tahun yl, saya pernah menjadi discussant sebuah seminar mengenai “Balance Sheet of Soeharto’s Policies” di kampus kami. Pembicaranya seorang scholar Indonesianist yang cukup punya nama, mantan pejabat Australia, professor terkenal, dan pernah cukup lama bekerja di Indonesia sebagai entahlah- economic advisor, consultant, dsb.

Beliau ini menuliskan daftar positif dan negatif kebijakan yang diambil atau direstui oleh Soeharto. KB, wajib belajar, swasembada beras, perpindahan dari import substitution ke export oriented dalam industrial policy di th 80-an, green revolution, ada di dalam credit list. Sedangkan negative listnya: (lagi…)

Desember 12, 2007

Pemekaran Daerah di Indonesia: Salah Insentif?

Perhatikan angka di tabel berikut:

Jumlah municipalities/kabupaten-kota

Negara

1999

2007

Indonesia

341

470

Japan

3,232

1,820

Jadi sementara di Jepang daerah2nya bergabung, di Indonesia sebaliknya: memecah menjadi daerah2 yang lebih kecil.

Depdagri melaporkan bahwa 76 dari 104 daerah baru (lagi…)

Desember 8, 2007

Tanggapan (seandainya saya adalah) Menteri Pariwisata terhadap Malaysia

Saya sewa biro iklan ternama untuk membuat iklan besar dengan tema:

“Keagungan budaya Indonesia sangat tinggi dan indah

Tidak diragukan lagi… Malaysia-pun sangat mengaguminya dan ingin mengadopsinya

Terimakasih dik! Mari kita cintai dan majukan bersama budaya Indonesia.”

Visit Indonesia 2008, untaian zamrud katulistiwa

Terus audio visualnya adalah budak-budak Malaysia yang sedang belajar dan memperagakan budaya Indonesia dari orang Indonesia. “Kalau mau lihat aslinya, belajar dari sumbernya… mari ke Indonesia!” :)

Iklan ini ditayangkan di TV2 dan majalah2 terkenal internasional.

Sayangnya saya bukan MenPar RI…. hehehe… :mrgreen:

Desember 6, 2007

Teori Konspirasi: debat yang tak kunjung mencerahkan :(

Diarsipkan di bawah: Indonesia, Opini, debat, lucu, politik, teori konspirasi, thoughts — kei @ 12:28 pm

Kira-kira setengah tahun ini, saya menahan diri untuk tidak membalas email2 di berbagai milis yang saya ikuti. Atas dasar beberapa pertimbangan:

1. Reply dari saya biasanya akan ditanggapi panjang. Di beberapa milis, karena respon saya dianggap di luar mainstream, biasanya saya seperti dikeroyok. Bukan saya takut dengan cecaran puluhan pertanyaan atau bahkan hujatan. Hanya kemudian saya menyadari, it takes too much time to respond them. Duh, sayang waktu harus dihabiskan memelototi laptop dan alih2 mengetik laporan riset, saya malah harus berdebat dengan orang2 yang tidak jelas.

2. Adanya gap yang biasanya cukup lebar mengenai pemahaman fungsi ekonomi dan politik antar berbagai segmen masyarakat. Bukannya sombong, ilmu ekonomi itu sebenarnya sama saja dengan ilmu teknik atau sains, tanpa memahaminya lewat serangkaian metode pembelajaran dan buku2 standar yang harus dimengerti, tidaklah mudah menangkap isi dan seluk-beluk ilmu tsb. Bedanya adalah, kalau kita tahu sedikit mesin mobil, kita mungkin tidak berani berkoar2 soal permesinan dan teknologi fuel cell. Tetapi tahu sedikit soal ekonomi – dengan membaca sedikit buku ekonomi palsu populer – banyak yang sangat pede untuk bicara bahkan memberi solusi kebijakan ekonomi. :lol:

Kalau ilmu politik, selain memerlukan metode pembelajaran, banyak sekali informasi asimetris alias informasi yang tidak terungkap ke semua pihak. Tahukah anda bahwa kenapa presiden memutuskan A? Tentunya banyak orang klaim bahwa itu karena presiden kita bodoh, atau presiden ingin X, atau presiden dibohongi stafnya, atau…. padahal yang bilang ini-itu mungkin ngga tau apa2 sama sekali apa yang sebenarnya terjadi…

Dengan gap yang lebar itu, in short: cape deh harus menjelaskan berulang2…  dan endingnya tetap sama: ga sepakat, saya dianggap bodoh dan ngga ngerti ekonomi, saya dianggap antek kapitalis, atau yang paling top: bagian dari konspirasi yahudi :mrgreen:

3. Terkait no.2, bahasan paling top dan berbusa2 ujung2nya bermuara pada: teori konspirasi (TK). Dan semua mereka puas. Jangan heran, di milis2 yang isinya alumni institut dan universitas top, masih banyak yang demen banget sama TK. Seakan puas kalau sudah berhasil menimpakan semua keterpurukan, keburukan, dan kesontoloyoan Indonesia pada mahluk yang bernama TK ini. Entah konspirasi Amerika-Yahudi, Amerika-presiden, atau Jepang-Alien… pokoknya orang Indonesia itu sebenernya baik2, pinter2, ramah2… cuma selalu sial dijahati oleh orang2 londo dan jepun. Puassss….. Menurut penelitian pengalaman, mayoritas ending diskusi economic policy akan berakhir di situ… jadi jangan berharap dapat pencerahan hehehehe…

4. Paradoksial. Di satu sisi, seneng banget mengait2kan suatu fenomena dengan hal2 rumit dari TK. Di sisi lain, over simplify terhadap pendapat yang berbeda: anda antek pemerintah. Perbedaan pendapat telah direduksi menjadi 2 kutub: either you are with us or against us (eh jadi inget si Bush brengsek). Kalau anda mengemukakan beberapa poin bagus dari kebijakan pemerintah, maka anda akan dituduh sebagai pendukung pemerintah … atau lebih lucu lagi: anda dianggap  sebagai pihak yang diuntungkan secara materi dari proyek pemerintah (ga nyambung abisss). Tanpa mau tahu logika dan sistem yang coba diterangkan.

5 . Semua yang berbau pro kebijakan pemerintah dianggap salah. Padahal saya ingat sekali ada lebih banyak kritik saya terhadap kebijakan pemerintah dibanding pujian, tapi sekalinya mendukung langsung dicap pro-pemerintah. Yang cool adalah yang selalu melawan kebijakan pemerintah. Lupa kali, kalau mereka mengecam kebijakan pemerintah (yang dipilih secara demokratis) merekalah biasanya yang menggagalkannya, setelah gagal, merekalah yang akan mengecam lag: tuh pemerintah gagal. Apa maunya ya?? Ada-ada saja…
6. Dalam kasus konflik: yang lain pasti salah, tapi rakyat selalu benar.  Ngga peduli itu cerita rakyat nyolong kabel PLN, rakyat membuang sampah di kali dan menempati ruang yang bukan haknya, atau rakyat yang mengeroyok aparat. Pokoknya yang dianggap “kecil” mesti dibela habis2an. Jadi ingat cerita supir taksi kemaren: temannya jalan pelan dan ditabrak motor yang dikendarai secara ceroboh oleh anak kecil. Apa yang terjadi? Mobil taksinya dirusak hampir dibakar, sopirnya digebukin, dan dipalak…. oleh rakyat kecil.

Dengan semua alasan tsb, saya benar2 berusaha mendisiplinkan diri untuk tidak menulis repsons dalam milis, walau kadang gemes banget baca analisis asbun. Karena harapan saya dalam berdiskusi sebenarnya adalah mendapatkan insights dari pendapat2 orang lain, yang mungkin tidak saya pikirkan sebelumnya… istilahnya pencerahan. Tapi yang ada malah cape deh…

Next post, saya akan kutip beberapa postingan lucu dari berbagai milis.

November 12, 2007

Pemilihan Ketua IA ITB: Lanjutan

Diarsipkan di bawah: Opini, almamater, itb, politik, santai — kei @ 2:19 am

Lanjutan dari 2 tulisan terdahulu di sini dan sini、sampe di Jakarta saya berkelana mendatangi teman2 lama dan acara2 temu kandidat. Kali ini saya mau cerita sedikit kesan saya setelah menghadiri acara halal bi halal IA ITB Jakarta plus debat kandidat 8 Nov kemaren.

Acaranya cukup meriah dan rame, alumni2 dari berbagai angkatan cukup banyak yang hadir. Sujiwo Tejo pun ada. 4 kandidat hadir, satu lagi, Zaid kandidat termuda dari angk 96 diwakilkan temannya karena ybs sedang kuliah. Saya cuma mau menuliskan kesan saya terhadap penampilan para kandidat malam itu. (lagi…)

November 11, 2007

Politik Indonesia: Uang dan Duwit!

Diarsipkan di bawah: Indonesia, hidup sebagai teman, politik — kei @ 4:28 pm

Akhirnya menyempatkan diri menulis lagi di sini. Ada banyak kejadian dan event yang saya alami selama sebulan lebih ini… Melihat realitas kehidupan politik di tanah air adalah salah satunya. Bergaul dan terlibat dalam deal2 politik (yang beberapa diantaranya semestinya bukan urusan pulitik tapi bisa dikait2kan ke pulitik)…

Silaturrahim dengan teman2 lama dan kolega2 dari berbagai latar belakang telah menyeretku dalam lingkaran deal politik beberapa partai. Dilakoni oleh para petinggi partai2 tsb, aleg2, dan makelar politik, mula2 saya merasa exciting menjadi saksi langsung hal2 yang selama ini hanya “katanya”. Tetapi sekarang saya merasa muak, ya muak… melihat perilaku mereka. Kalau bicara soal uang, lupakanlah (lagi…)

Blog pada WordPress.com.