Suatu Hari Dalam Hidupku

Desember 12, 2007

Pemekaran Daerah di Indonesia: Salah Insentif?

Perhatikan angka di tabel berikut:

Jumlah municipalities/kabupaten-kota

Negara

1999

2007

Indonesia

341

470

Japan

3,232

1,820

Jadi sementara di Jepang daerah2nya bergabung, di Indonesia sebaliknya: memecah menjadi daerah2 yang lebih kecil.

Depdagri melaporkan bahwa 76 dari 104 daerah baru (lagi…)

September 17, 2007

Thank God, I’m an atheist!

Diarsipkan di bawah: Renungan, lucu, non-Indonesia, ringan — kei @ 2:21 pm

Ini cerita iseng. 2 hari yl, waktu sahur. Saya menunggu teman dari lantai lain di gedung ini untuk bersama nyahur. Pagi itu menu kami adalah cheese cake yang iseng dibeli malamnya :D plus buah dan yoghurt. Minumnya juice.

Tiba2 muncullah seorang cowo yang bertanya2 tentang peraturan dorm ini. Dia tinggal di lt 9, beda 6 lt dg saya :D Kok bisa ini anak nyasar ke lantai saya di saat2 semua penghuni lelap.

Ternyata dia abis mabok2an… dia bilang “Thank God, hari ini libur, saya bisa party” sampe sahur menjelang subuh. (lagi…)

September 4, 2007

Pics of the day

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, hobi, non-Indonesia, santai — kei @ 8:44 pm

books.jpg

The never-finished-books. Biasanya kalo baca novel itu cepat banget.. ini karena merasa bersalah, diselang-seling dg buku2 dibawahnya itu. Akibatnya… ga ada yang beres dan ngerti beneran :( padahal novelnya recommended banget loh…

I love this pic… diambil dari pintu samping gedung perpustakaan… (lagi…)

Ocean’s 13

Diarsipkan di bawah: Indonesia, jalan2, non-Indonesia, refleksi, santai — kei @ 1:20 pm

Sendiri.

Bosen.

Iseng2 menemukan film Ocean’s 13, dipinjemin teman dan belum sempet ditonton.

Nonton deh.

Seperti terlempar pada memory 2 tahun yl. Berjalan2 sendirian di Las Vegas. Menikmati air mancur menari di Bellagio. Bergabung dg ribuan turis berjalan di The Strip sampe kaki pegel secara satu hotel aja bisa lebih gede dari Dufan. Saat kesana saya baru tau kalau 15 dari 20 hotel terbesar di dunia ada di LV dan (lagi…)

Agustus 27, 2007

Berapa ongkosnya kalo pengen rambutmu bergaya ala Harajuku?

Diarsipkan di bawah: non-Indonesia, santai — kei @ 12:32 pm

Karena Jepang adalah Paris van Asia, jadi iseng kami posting tulisan ringan ini..

Anda ingin punya hairdo seperti ini? (http://www.beauty-box.jp/)

hairdo1.jpg

Di Tokyo, anda akan sering berjumpa dg cowo2 dg berbagai profesi yang berpotongan rambut seperti itu. Banyak diantara “salary man” (pekerja kantoran) yang masih muda2 punya hairdo spt itu. Dengan jas dan dasi (pakaian standar pekerja Jpn), rambutnya stylish. Gak kebayang kalo ngantor di Jakarta jadi Junior Engineer misalnya rambutnya dicat, agak panjang, jabrik, dan awut2an kayak gitu.

Kalo yang pernah nonton “Ichi rittoru no namida” (One Litre of Tears), (lagi…)

Agustus 23, 2007

Tokyo yang panassssss….

Diarsipkan di bawah: hidup sebagai teman, jalan2, non-Indonesia, santai — kei @ 10:38 pm

Hufff…. luar biasa deh panasnya. Buyar sebagian besar rencana jalan2ku dalam kunjungan mampirku pada sahabatku -si kontributor di blog ini. Aku ikutan dia ngetem di kamarnya, dg AC on 24 jam sehari. Dia bilang dg kalemnya: “datang ke Tokyo kok Agustus, orang Tokyo aja pada keluar Jepang”

Lanjutnya: “temenku yg orang ostrali aja bilang: di sana kami biasa dapet summer sampe 42C, tapi itu tetap tidak bisa mengalahkan panas tokyo 32C”.

Kenapa panasnya Tokyo lebih panas dibanding Jakarta atau daerah2 lain di Indonesia? (We’ve been in some hot places such as Lombok, Batam, Balikpapan, Surabaya, Riau, but they are nothing compare with Tokyo in summer).

(lagi…)

Agustus 19, 2007

Kalau bisa CURANG, kenapa harus JUJUR?

Dari kontributor:

Suatu hari di tahun 2003

Aku menguap sambil memeriksa hasil ujian mahasiswa yang bertumpuk di mejaku. Hmm.. sebentar lagi selesai. Aku selalu mempunyai 3 kebiasaan pada saat memeriksa ujian:

Pertama, aku menuliskan jawaban setiap soal beserta bobotnya. Itu yang menjadi pegangan pemeriksaan. Maksudnya supaya aku memberi penilaian yang standar untuk semua mahasiswa.

Kedua, aku tidak melihat nama mahasiswa yg berkasnya sedang kuperiksa. Aku tidak ingin sedikitpun ada unsur subjektivitas dalam memberikan nilai (ah yang ini rajin, yg ini yg sering menegur, dsb…)

Ketiga, aku akan memeriksa tidak dalam keadaan emosional (kesal, marah, misalnya) dan sedapat mungkin menyelesaikannya sekali periksa.

Ketika memeriksa jawaban di berkas ketiga dari akhir tumpukan, aku merasa.. déjà vu. Jawaban ini, sudah pernah kubaca sebelumnya. Aku mencari2 di tumpukan yang telah kuperiksa. Got it. Here we go…

(lagi…)

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.