Suatu Hari Dalam Hidupku

Desember 19, 2007

Hare Genee Ratu Adil?… Tuhan Maha Adil!

Diarsipkan di bawah: Indonesia, Opini, Renungan, budaya, introspeksi, santai, thoughts — kei @ 12:07 pm

Kalau kita perhatikan di tulisan2 media massa, milis2, sampai ke percakapan sehari2… seringkali salah satu solusi yang dianggap mumpuni buat mengatasi masalah keterpuruukan Indonesia adalah datangnya seorang Ratu Adil atau Satria Piningit atau apalah namanya… pokoknya seorang pemimpin yang dengan kearifan, kepintaran, dan ke ke lainnya akan mampu menolong bangsa Indonesia.

Datangnya si ratu ini akan menyebabkan si miskin menjadi kaya, si kaya menjadi pemurah, si jobless menjadi occupied, si rakyat kecil menjadi pemegang tahta bangsa.. bangsa kita jadi alim semua, santun, suka menolong, dihormati bangsa2 lain, didengarkan oleh negara2 super..
utang? lunas dong…
bensin? seceng seliter juga udah kemahalan tuh…
orang miskin dapat perumahan gratis, pengobatan gratis, tunjangan bulanan gratis…
1 rupiah = 1 US dollar

wes, pokoknya adil makmur aman sejahtera tentrem…

Apa yang selalu menggelitik pikiranku saat membaca tentang solusi Ratu adil?

(lagi…)

Desember 12, 2007

Pemekaran Daerah di Indonesia: Salah Insentif?

Perhatikan angka di tabel berikut:

Jumlah municipalities/kabupaten-kota

Negara

1999

2007

Indonesia

341

470

Japan

3,232

1,820

Jadi sementara di Jepang daerah2nya bergabung, di Indonesia sebaliknya: memecah menjadi daerah2 yang lebih kecil.

Depdagri melaporkan bahwa 76 dari 104 daerah baru (lagi…)

September 15, 2007

Ramadhan sunyi, alhamdulillah

Diarsipkan di bawah: introspeksi, myself, refleksi — kei @ 2:00 pm

wadakura.jpg

Alhamdulillah masih diberi nikmat bertemu ramadhan lagi.

Seperti biasa, ramadhan disini adalah ramadhan sunyi. Kami tidak termanjakan oleh hiruk pikuk puasa seperti puasa di tanah air yang seringkali lebih bermuatan komersial. Kadang kami menyebutnya: komoditisasi puasa. Mulai dari acara tv, belanja makanan, belanja baju, “dugem” di hotel2 yang mengundang penceramah top, sampe penyerbuan tempat2 yang dianggap maksiat dan memaksa orang takut dengan menghormati orang yang berpuasa. (lagi…)

September 5, 2007

When is my passion insatiable?

Diarsipkan di bawah: hobi, introspeksi, myself, pekerjaan, santai — kei @ 12:33 pm

My curiosity for something is insatiable when:

1. I think knowing the details of this matter is really cool.

2. I’m captured by inexplicable chemistry about it.

(lagi…)

Agustus 29, 2007

Siapa Ketua Ikatan Alumni ITB: demi Prestise, Idealisme, atau Pertarungan Partai?

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai tukang insinyur, Indonesia, Opini, almamater, bandung, introspeksi, itb — kei @ 10:25 pm

aula barat

Tidak lama lagi Ikatan Alumni Institut tertua di Indonesia akan berkongres dan melakukan Pemilu Ketua IA yang baru. Seperti di masa sebelumnya, pemilu IA ITB bukanlah sekedar pemilu ketua paguyuban alumni yang dijadikan ajang menggadang-gadang teman seangkatan buat dijerumuskan menjadi sang ketua. Pemilu IA ITB selalu menjadi ajang pertarungan kekuasaan: prestise dan perebutan massa. Berlebihankah? Tidak sama sekali. Kalau anda alumni atau petinggi parpol, anda pasti mahfum soal ini.

Di berbagai milis, angkatan muda nimbrung dengan segala kepolosannya: berharap banyak pada idealisme, pada suatu keakraban keluarga, pada sumbangan yang akan diberikan bagi almamater dan negara.

Di berbagai milis, calon2 ketua mulai menebar jaring pesona. Ada Betti Alisjahbana, Presdir IBM Indonesia. Ada Johand Dimalouw pensiunan petinggi Chevron. Ada Triharyo Soesilo, putranya pak Soesilo Sudarman, sekarang dirut PT Rekayasa Industri. Nama2 yang dipandang kagum oleh sebagian alumni muda. Role model. Sebagian lagi tidak habis pikir kenapa ada rumor bahwa dua menteri juga berminat? Kurang sibuk apa mereka? Mengapa IA ITB “harus” dipimpin menteri? (Saat ini Laksmana Sukardi yang menjabat sejak 5 thn yl).

Itu di milis.

Pertarungan sebenarnya ada di luar sana. Di kalangan aktivis parpol. Mencoba (lagi…)

Agustus 19, 2007

Kalau bisa CURANG, kenapa harus JUJUR?

Dari kontributor:

Suatu hari di tahun 2003

Aku menguap sambil memeriksa hasil ujian mahasiswa yang bertumpuk di mejaku. Hmm.. sebentar lagi selesai. Aku selalu mempunyai 3 kebiasaan pada saat memeriksa ujian:

Pertama, aku menuliskan jawaban setiap soal beserta bobotnya. Itu yang menjadi pegangan pemeriksaan. Maksudnya supaya aku memberi penilaian yang standar untuk semua mahasiswa.

Kedua, aku tidak melihat nama mahasiswa yg berkasnya sedang kuperiksa. Aku tidak ingin sedikitpun ada unsur subjektivitas dalam memberikan nilai (ah yang ini rajin, yg ini yg sering menegur, dsb…)

Ketiga, aku akan memeriksa tidak dalam keadaan emosional (kesal, marah, misalnya) dan sedapat mungkin menyelesaikannya sekali periksa.

Ketika memeriksa jawaban di berkas ketiga dari akhir tumpukan, aku merasa.. déjà vu. Jawaban ini, sudah pernah kubaca sebelumnya. Aku mencari2 di tumpukan yang telah kuperiksa. Got it. Here we go…

(lagi…)

Agustus 17, 2007

Suatu negeri penuh kompleksitas bernama Indonesia

Diarsipkan di bawah: 17 agustus, Indonesia, Opini, Renungan, introspeksi, kemerdekaan — kei @ 3:26 pm

Catatan dari seorang teman (warning: tulisan panjang):

Hari ini 17 Agustus. Jujur saja, aku hampir lupa kemaren tanggal berapa hari ini. Waktuku sekarang berputar di antara kamar ini saja. Duduk di depan pekerjaan yang tidak selesai2. Keluar hanya untuk ke dapur atau belanja sekedarnya.

Tiba2 aku seperti diingatkan serentetan puisi, tulisan, curhat dsb dari banyak orang Indonesia, baik di dalam maupun di LN. Setiap tahun hampir sama. Bangga, sedih, kosong, marah. Jadilah aku ingin menulis dari sisiku.

Pertama, banyak yang menulis kegundahannya akan kondisi ekonomi negara yang dianggap terus terpuruk. Dibandingkan dg masa lalu, katanya “dulu antri beras, sekarang juga. dulu sekolah mahal, sekarang juga. jadi buat apa merdeka?”

(lagi…)

Blog pada WordPress.com.