Suatu Hari Dalam Hidupku

Januari 14, 2008

Balance Sheet of Soeharto’s Policies

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, Indonesia, Opini, kebijakan, korupsi, politik, refleksi, soeharto — kei @ 7:55 pm

Tulisan ini bukanlah dimaksudkan untuk mengumpulkan daftar kejelekan Soeharto. Tapi once, sekitar 3-4 tahun yl, saya pernah menjadi discussant sebuah seminar mengenai “Balance Sheet of Soeharto’s Policies” di kampus kami. Pembicaranya seorang scholar Indonesianist yang cukup punya nama, mantan pejabat Australia, professor terkenal, dan pernah cukup lama bekerja di Indonesia sebagai entahlah- economic advisor, consultant, dsb.

Beliau ini menuliskan daftar positif dan negatif kebijakan yang diambil atau direstui oleh Soeharto. KB, wajib belajar, swasembada beras, perpindahan dari import substitution ke export oriented dalam industrial policy di th 80-an, green revolution, ada di dalam credit list. Sedangkan negative listnya: (lagi…)

September 4, 2007

Pics of the day

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, hobi, non-Indonesia, santai — kei @ 8:44 pm

books.jpg

The never-finished-books. Biasanya kalo baca novel itu cepat banget.. ini karena merasa bersalah, diselang-seling dg buku2 dibawahnya itu. Akibatnya… ga ada yang beres dan ngerti beneran :( padahal novelnya recommended banget loh…

I love this pic… diambil dari pintu samping gedung perpustakaan… (lagi…)

Agustus 19, 2007

Kalau bisa CURANG, kenapa harus JUJUR?

Dari kontributor:

Suatu hari di tahun 2003

Aku menguap sambil memeriksa hasil ujian mahasiswa yang bertumpuk di mejaku. Hmm.. sebentar lagi selesai. Aku selalu mempunyai 3 kebiasaan pada saat memeriksa ujian:

Pertama, aku menuliskan jawaban setiap soal beserta bobotnya. Itu yang menjadi pegangan pemeriksaan. Maksudnya supaya aku memberi penilaian yang standar untuk semua mahasiswa.

Kedua, aku tidak melihat nama mahasiswa yg berkasnya sedang kuperiksa. Aku tidak ingin sedikitpun ada unsur subjektivitas dalam memberikan nilai (ah yang ini rajin, yg ini yg sering menegur, dsb…)

Ketiga, aku akan memeriksa tidak dalam keadaan emosional (kesal, marah, misalnya) dan sedapat mungkin menyelesaikannya sekali periksa.

Ketika memeriksa jawaban di berkas ketiga dari akhir tumpukan, aku merasa.. déjà vu. Jawaban ini, sudah pernah kubaca sebelumnya. Aku mencari2 di tumpukan yang telah kuperiksa. Got it. Here we go…

(lagi…)

Agustus 3, 2007

Game Theory: Application of Backward Induction through Your Obituary (2)

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, thoughts — kei @ 4:09 am

Suatu malam, guruku memberi tips.

“Ini adalah tips bagaimana membentuk dan teguh pada values dalam hidup.” demikian mulainya.

“Pertama, tulislah obituari. Bukan obituari untuk orang lain, tetapi obituari dirimu sendiri. Tulislah bagaimana kamu ingin orang2 mengenangmu. Apa saja yang kamu wariskan (legacy).

(lagi…)

Game Theory: Application of Backward Induction through Your Obituary (1)

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, thoughts — kei @ 3:54 am

Suatu malam, guruku berkisah:

Saya dan istri sepakat, jika saya meninggal duluan, maka dia tidak usah melakukan upacara pemakaman. Cukup dibakar, dan sebagian abu saya dihamburkan di laut.

(lagi…)

Juli 26, 2007

Diplomat Indonesia

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, diplomat, lucu, non-Indonesia — kei @ 7:33 pm

Suatu hari Lebaran di suatu negara:

“Aduuuhh… enaknya rumah Mas R ya..” itu komentar pertama dari ibu Z ketika dipersilahkan masuk ke rumah Mas R, tetanggaku. Waktu itu lebaran. Kebetulan, aku kenal baik dg keluarga Mas R yang bekerja di KBRI ini. Mereka mengundangku ke apartemennya, kira2 3 blok dari apartemenku. Dan kebetulan pula, aku satu2nya tamu non KBRI. Mas R ini kedudukannya cukup lumayan, jadi apartemennya pun lumayan banget. Luasnya kira2 3x apartemenku, yang untuk ukuran mahasiswa juga sudah sangat lumayan (karena saat itu aku beruntung mendapat tunjangan apartemen yang generous).

Lanjut ke acara lebaranan tadi. Ibu Z ini senior di KBRI. Kalau diplomat2 lain datang dan pergi setiap 4 tahun (?) Pak Z dan keluarganya entah sudah berapa tahun disini… ajaib ya… padahal bukan staf lokal… anti rotasi.. hehehe… Sebenernya jabatannya tidak terlalu jauh di atas posisi Mas R, paling 1 tingkat. Komentar Ibu Z tadi disambut dg rendah hati oleh istri Mas R,”Terima kasih bu.. biasa saja kok…”

Terus Ibu Z melanjutkan maksud sebenarnya yg mau diucapkan: “Enak lho rumah kayak gini… Anget… karena kecil. Coba rumah kita ya Pa (sambil menengok ke Pak Z), gedenya bikin kita kedinginan deh.. walau semua heater dinyalain…”. (waktu itu lagi winter)

(lagi…)

Suatu hari di tahun 1990

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, bandung — kei @ 5:21 pm

Intro:

Hujan menyisakan keromantisan.

Bau rumput basah. Pohon mahogani yang basah dan segar berjajar di jalan depan kampus.

Aku melamun.. dari jarak 100 meter kunikmati indahnya pohon bungur yang basah di depan gedung arsitek.

Hhhh…. Apa yang kulakukan disini? Jauh dari keluarga. Memasuki kampus impian banyak orang di Indonesia. Tetapi aku merasa sendiri disini. Aku merasa sepi…

============================================================

(lagi…)

Blog pada WordPress.com.