Harga BBM akan dinaikkan, banyak pengamat, miliser, anggota DPR, dsb mengecam SBY-JK.
Ya udah, ga usah dinaikkan.
Terus, bagaimana dengan angka merah anggaran? Karena kita mengimpor dengan harga internasional sedangkan transfer bagi hasil migas ke daerah tetap memakai patokan harga internasional. Bagaimana menutup defisit anggaran?
Buat aja utang baru *wink wink* toh rakyat tidak banyak yang tahu.. yang penting rakyat happy, BBM tidak naik.
Tapi kan utang baru itu akan merusak kesehatan keuangan negara, mungkin bisa bertahan 1-2 tahun, tetapi selanjutnya? Ekonomi Indonesia akan lebih terpukul!
Yah.. biarlah.. itu kan urusan nanti, apalagi belum tentu saya yang jadi Presidennya lagi
Mega juga dulu menunda kenaikan BBM sebelum Pemilu 2004…
Syukurlah, there are some people in the cabinet that still have sense and academic ethics to not let popular political decision destroy our economy…
Situasi ekonomi dunia memang memburuk. Bukan cuma Indonesia yang susah, negara2 majupun terkena krisis energi dan pangan.
senang susah bareng bareng orang sedunia…ga begitu berat…
Komentar oleh ompiq — Mei 11, 2008 @ 10:59 am
biasanya kalo BBM naek akan berimbas pada naiknya harga barang, yang disebabkan kenaikan harga produksi….weleh weleh weleh….
Komentar oleh Muhammad Fadil Sumawilaga — Mei 12, 2008 @ 8:33 am
Salam
Gw rasa ini masalah kemauan dari pemerintah, kalau bisa mengoptimalkan SDA ga akan seperti skg ceritanya deh, ini SDA yang ada banyak dikuasai ma konsesi asing so kapan sejahteranya atuh
Salam kenal aja
Komentar oleh nenyok — Mei 12, 2008 @ 9:36 am
naikan saja!
gt kok repot..
Komentar oleh onoda — Mei 12, 2008 @ 10:34 am
bersama kita bisa ya mas..
Komentar oleh nindityo — Mei 12, 2008 @ 11:01 am
Sebenarnya berat sekali jika BBM harus naik. Tapi apa boleh buat… keputusan harus dibuat demi menyelamatkan negara.
Komentar oleh Emanuel Setio Dewo — Mei 12, 2008 @ 11:04 am
Kalo diperhatikan, tanpa kenaikan BBM pun harga barang cenderung naik. Nah, kenaikan BBM tentu memukul dunia usaha dan masyarakat hingga memicu naiknya barang secara signifikan. Kita mengharapkan solusi terbaik untuk hal ini, bukan solusi buruk dari yang terburuk
Salam..
Komentar oleh akmalhasan — Mei 12, 2008 @ 11:32 am
@all:
iya, saya mengerti kalau beban ekonomi rakyat makin berat, dengan atau tanpa kenaikan BBM. Saya setuju. Tapi, ada tapinya… nanti saya posting di tulisan yang berbeda.
Saya mengerti kalau banyak yang mengecam inefisiensi pemerintah. Dan saya setuju.
Saya mengerti kalau orang mengeluh soal RI yang kaya SDA tapi miskin. Tapi saya tidak sepenuhnya setuju, karena IMHO ada asymmetric information di sini. Lain kali akan saya tulis.
Thanks. Salam kenal juga buat semuanya.
Komentar oleh konsultan — Mei 12, 2008 @ 1:29 pm
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Ordzhonikidze.
Komentar oleh Ordzhonikidze — Juni 19, 2008 @ 2:09 pm