Akhirnya menyempatkan diri menulis lagi di sini. Ada banyak kejadian dan event yang saya alami selama sebulan lebih ini… Melihat realitas kehidupan politik di tanah air adalah salah satunya. Bergaul dan terlibat dalam deal2 politik (yang beberapa diantaranya semestinya bukan urusan pulitik tapi bisa dikait2kan ke pulitik)…
Silaturrahim dengan teman2 lama dan kolega2 dari berbagai latar belakang telah menyeretku dalam lingkaran deal politik beberapa partai. Dilakoni oleh para petinggi partai2 tsb, aleg2, dan makelar politik, mula2 saya merasa exciting menjadi saksi langsung hal2 yang selama ini hanya “katanya”. Tetapi sekarang saya merasa muak, ya muak… melihat perilaku mereka. Kalau bicara soal uang, lupakanlah moralitas kecuali jargon2 justifikasi yang dimanipulasi dengan berbagai alasan yang kedengaran santun… padahal aslinya huh!
Sampai sekarang saya terngiang2 kalimat pendek seorang teman yang telah lelah lahir bathin dalam deal2 politik ini: “duh,… kelompok ini mengharamkan musik dan menghalalkan suap.”
Dan saya terpaksa setuju…
Tahu kiatnya supaya tidak capek kalau deal dg orang2 politik ataupun makelarnya? Tanyakan saja langsung: BERAPA?
Kalau konsesi yang diminta terlalu tinggi atau bertele2, datangi saja boss besarnya dan kasih langsung ke ybs. Beres. Jangan kuatir dengan atribut sosial si boss besar, mau jenderal, akademisi, profesional, kiyai, pendeta… sama saja bahasanya: duwit! 
That’s Indonesian politics.
Sehina2ya partai orde baru di mata saya, terus terang saya jadi membuka option bahwa seandainya saya harus memilih salah satu parpol yang ada sekarang, mungkin saya akan memilih partai orba ini. Kenapa? “The devil you know is better than the devil you don’t know”.
Maaf untuk orang partai yang merasa bersih. Kesimpulan saya adalah didasarkan pada tingkah laku para petinggi partai. Yang baik2 itu adalah: simpatisan dan pemilihnya.. hehehehe….
memang begitulah kenyataannya.. mau klaim partai surga juga, tujuannya cuma nyari duit dan kekuasaan kok..
Komentar oleh ex aktivis — November 14, 2007 @ 11:58 am
Tragis dan menyedihkan. Kita bisa apa?
Komentar oleh Beta Uliansyah — November 14, 2007 @ 4:44 pm
@Uliansyah. Qta bisa apa? Qta bisa bersikap. Jgn jd pesimistis. Mari qta galang kekuatan, katakan tdk pada ‘politisi busuk’ macam itu. Jgn korbankan pilihan dan suara qta pada org2 yg tdk bertanggun jwb. Sbg ‘korban’ dr ‘politisi busuk’ itu, jgn mau jg qta disuap. Krn pasti suara qta hanya mereka butuhkan saat kampanye, selebihnya mereka lupa akan amanat mulia dr sekian juta rakyat Indonesia. Klo mau disuap, berarti qta tdk beda dg mereka. Mari qta berkarya demi kemajuan bangsa tercinta.
Komentar oleh Rakyat Indonesia — November 15, 2007 @ 11:31 pm