Suatu Hari Dalam Hidupku

September 20, 2007

PEMILU IA ITB (lanjutan): Kepentingan Pribadi vs Kepentingan Publik

Diarsipkan di bawah: Indonesia, Opini, almamater, itb, thoughts — kei @ 2:51 pm

Teringat saya akan postingan ini, dimana beberapa komentar mengindikasikan bahwa menggunakan organisasi (dalam hal ini ikatan alumni) demi kepentingan politik atau pribadi adalah salah atau tidak diharapkan terjadi.

Untuk gampangnya, saya bahas ilustrasi berikut. Misalkan A menjadi ketua IA ITB yang kemudian mendongkrak nilai tawarnya terhadap parpolnya dan/atau terhadap Presiden selanjutnya. Hasilnya A berpeluang besar untuk mendapat jabatan penting dalam parpol tsb atau di Dewan Perwakilan Parpol Rakyat atau dalam kabinet pemerintahan.

Pertanyaannya: 1. salahkah A? 2. rugikah stakeholders IA ITB?

IMO:

1. Salah atau tidak adalah tergantung dari AD/ART IA ITB. Jika tindakan A tidak ada yang melanggar AD/ART maka A tidak bisa disalahkan.

2. Rugi atau tidak bukan tergantung pada posisi A atau benefit yang diterima A. IA ITB rugi jika A melalaikan kewajibannya sebagai ketua. IA ITB akan untung jika A pandai melaksanakan amanah yang diberikan padanya.

In short: mempunyai interest pribadi itu tidaklah salah. Menggunakan organisasi semacam (IA) ITB untuk mencapai interest pribadi juga tidak salah selama memang tidak ada pasal yang melarang. (terus terang, saya sendiri belum cek secara detil di AD/ART)

Yang salah adalah: jika mengabaikan tugas yang diamanahkan terhadapnya.

Tidak perduli apakah dia tidak mendapat apa2 dg menjadi ketua IA ITB atau menjadi menteri bahkan presiden, selama ybs tetap menjalankan amanah sebagai ketua IA ITB sesuai AD/ART. Saya malah mikir, adakah yang bercita2 menjadi ketua IA ITB dan tidak mengharapkan apa2 sama sekali? If so, do we really need a saint? I thing what we need is to maximize benefits for ITB/public.

Buat si ketua, jika memang niatnya cuma mengurusi IA ITB, ya silahkan. Tapi yang punya niat sampingan juga tidak salah kan? Asal syarat tadi terpenuhi. In other words: as long as s/he can make private interests in line with public interests.

Menurut saya kriteria penting calon ketua adalah:

  1. Kompeten buat memajukan IA ITB,
  2. Jujur dan bebas dari tindakan kriminal (korupsi misalnya), dan
  3. Mampu mengemban amanah sebagai ketua sesuai dg kesepakatan organisasi (AD/ART?).

Jika ada yang menganggap bahwa postingan ini kontradiktif dengan postingan sebelumnya, saya tegaskan tidak sama sekali. Di postingan sebelumnya, kami menuliskan pandangan subjektif (model ketua apa yang kira2 tidak ingin kami pilih). Alumni lain mungkin ada yang cenderung pada sosok professional, pengusaha, pejabat, atau full timer, dll. Di postingan ini adalah pandangan objektif saya.

Vivat ITB!

 

& Komentar »

  1. Wah… ternyata mau ada pemilu IA ITB. Kuper amat aku (= kemane aj??). Baru nonton kampanyenya di youtube.com, kayaknya calon2nya dah memenuhi semua kriteria ya?!

    Komentar oleh narsis — November 6, 2007 @ 2:00 am

  2. [...] Ketua IA ITB: Lanjutan Lanjutan dari 2 tulisan terdahulu di sini dan sini态sampe di Jakarta saya berkelana mendatangi teman2 lama dan acara2 temu kandidat. Kali ini saya [...]

    Ping balik oleh Pemilihan Ketua IA ITB: Lanjutan « Suatu Hari Dalam Hidupku — November 12, 2007 @ 2:21 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.