Suatu Hari Dalam Hidupku

September 17, 2007

Thank God, I’m an atheist!

Diarsipkan di bawah: Renungan, lucu, non-Indonesia, ringan — kei @ 2:21 pm

Ini cerita iseng. 2 hari yl, waktu sahur. Saya menunggu teman dari lantai lain di gedung ini untuk bersama nyahur. Pagi itu menu kami adalah cheese cake yang iseng dibeli malamnya :D plus buah dan yoghurt. Minumnya juice.

Tiba2 muncullah seorang cowo yang bertanya2 tentang peraturan dorm ini. Dia tinggal di lt 9, beda 6 lt dg saya :D Kok bisa ini anak nyasar ke lantai saya di saat2 semua penghuni lelap.

Ternyata dia abis mabok2an… dia bilang “Thank God, hari ini libur, saya bisa party” sampe sahur menjelang subuh. Begitu tau kalo saya berasal dari univ yang sama dengan dia, dia bersemangat dan tambah ngalor ngidul membunuh nafsu sahur saya. Sama seperti beberapa pejabat dari negara2 tertentu yang pernah saya kenal, arogansinya terlihat jelas. Juga *saya agak rasial nih* orang2 dari negara2 tertentu umumnya agak payah soal manner. Seperti anak ini.

Tiba2 dia bilang: “I wonder why people have religions: Islam, Christian, Buddhist… Me? I am an atheist.” *dengan ekspresi melecehkan*

Dalam keadaan normal, saya akan meladeni debat soal iman kayak gini. Tetapi my goodness, saya lagi ngga mood sama sekali. Sahur gitu lho… dan saya baru tidur 2 jam saja malam itu. Lagian ini anak baru so junior, kalo saya mau, saya yang seharusnya mengajar kelas dia.

Jadi dengan santainya saya bilang: Don’t be wondering about others’ beliefs. You said you’re an atheist, but you just told me earlier “Thank God”…. Now, tell me exactly: do you believe or not in God?

Dia tampak gagap menjawab. Lantas saya sambung: please have some cheese cake *nyodorin kue di meja* and let us finish our early breakfast to have a meaningful fasting today.

Ah payah loe!

& Komentar »

  1. Bung fertob bilang :

    “yup, kalau beragama dan atheisme sama-sama mengarah pada kebaikan, berarti keduanya layak dipilih, tergantung pilihan si individu.

    apakah menurut anda atheis itu tidak baik ?”

    Komentar oleh Ferry ZK — September 19, 2007 @ 10:39 am

  2. ahahahahahahahahaha,,
    :lol:

    tapi sebenernya thank God-nya itu cuma ungkapan aja kan? :P

    Komentar oleh Rizma — September 19, 2007 @ 11:01 am

  3. Atheis juga punya konsep Tuhan yang metaforik, ‘kan?

    Komentar oleh Kopral Geddoe — September 19, 2007 @ 2:33 pm

  4. @ Kopral Geddoe ?

    masa sih ? kirain itu kalau yang kepercayaan he.. he..

    Komentar oleh Ferry ZK — September 19, 2007 @ 2:34 pm

  5. Iya, pantheisme misalnya. :P

    Komentar oleh Kopral Geddoe — September 19, 2007 @ 2:41 pm

  6. @All:
    Mmm.. saya tidak tahu banyak soal istilah2 tsb kecuali seperti yang di wiki dsj. Yang bisa saya tambahkan tentang orang tsb dalam cerita diatas, adalah dia tidak percaya bahwa Tuhan itu ada (pada waktu converse dg saya pagi itu).

    @Ma:
    Barusan tadi pas dinner, teman2nya cerita bahwa di kelas ybs bilang kalau dia “half atheist”…. :lol:

    Kata temen2nya: mungkin dia sebelumnya totally atheist, tapi setelah dikasih pertanyaan diatas, dia sadar bahwa sedikit banyak dia mengakui adanya Tuhan, jadilah direvisi jadi half atheist… hehehe… ada2 aja..

    Jadi ingat, ada salah satu teman baik saya yg tidak percaya Tuhan itu ada. Suatu ketika pas saya bersin, dia berucap: God bless you! saya “protes”: hey kamu ngga punya hak bilang itu, kamu kan ga punya Tuhan. Sejak saat itu, kalo saya bersin lagi, dia akan berucap versi revisi: Your God bless you! :mrgreen:

    Komentar oleh konsultan — September 20, 2007 @ 12:18 am

  7. memangnya ada orang yang bener2 bisa lepas dari tuhan ya?
    kalo gak salah, pentolan komunis di rusia juga waktu itu sempat hampir desperado waktu tau dia sakit parah dan berbagai ajaran komunis+atheisnya malah gak bisa nenangin dia.
    ujung-ujungnya, dia manggil juga tuh yang namanya pendeta.

    jadi….ya gitu deh

    Komentar oleh mataharicinta — September 20, 2007 @ 12:27 pm

  8. thanks ‘god’ – I’m atheist..
    hehe baca judulnya saya senyum dulu.. ngomong god tapi atheist…
    hmmm… brarti itu agnostic kali….
    nggak percaya agama, tapi untuk percaya tuhan tapi keberadaan tuhan pun masih belom terbuktikan.
    btw, buat orang islam… keberadaan tuhan nggak perlu pake penampakan2…
    cukup puasa yg ikhlas aja udah nunjukin kita percaya padanya… kalo nggak buat apa kita cape2 berlapar2 puasa??

    Komentar oleh ctrlz — Oktober 4, 2007 @ 12:55 am

  9. If you did not believe the lord, that’s your right. But I believed! . And I also believed if we did a favour for humankind then will have a positive impact for ourselves. The earthquake struck in our country of Indonesia, that is Padang and Jambi (west Sumatra). Resulted in building damage that enough, and claimed fatalities. I made a plea for all of us who were still animated and healthy to do a favour to these earthquake casualties. Distribute your donation to the agency or the person that was trusted by you, so as that help could to the right hand. However if you did not know or knew how distributed your fund, you can transfer to this account : BANK MANDIRI : 142 00 04692520
    They need your help.

    Komentar oleh donate west sumatera — Oktober 11, 2009 @ 1:15 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.