Dulu, kalau di milis2 yang saya ikuti ada member yang kirim imel dengan judul “unsubscribe” yang isinya kira2 “tolong dong moderator saya di-unsub dari milis ini.”, kadang saya terlalu rajin untuk menjelaskan bagaimana caranya unsub atau mengeset membership menjadi “no mail”.
Itu dulu. Kemudian saya jadi bosan. Ternyata yang begini ini bukan cuma sekali setahun. Apalagi akhir2 ini, di salah satu milis yang sudah saya ikuti 3-4 tahun, beberapa bulan belakangan ini aktif menerima member baru sehingga jumlah anggota sampe mencapai lebih dari 10 ribu orang. Tersebar di berbagai kota dan negara. Dari berbagai profesi dan status. Beragam warna: kuning, coklat, putih, hitam, ijo, merah, dll. Eh, unsub lewat milis kok makin menjadi2 ya… Dengan berbagai alasan: tidak sepakat dg aturan milis, momods yang dianggap arogan, kelewat banyak imel masuk ke inbox, dll.
Saya sampe berkali2 (karena imel jenis ini masih adaaaa aja) kepengen banget mereply dan bilang: kok bisa sih memutuskan masuk sesuatu tapi tidak tahu bagaimana keluarnya? (untung bukan masuk ke milis para gangster
)
Saya tahu, mungkin saja ada orang2 yang agak kurang familiar dengan tatacara bermilis, sehingga tidak tahu bagaimana caranya unsub. Tapi kembali ke pertanyaan saya tadi: tidak tau kok mau masuk? Dulu waktu milis masih merupakan barang baru, saya hanya mengikuti 2-3 milis saja, pun sebelum memutuskan ikut (undangan moderatornya yang teman sendiri dan milisnya milis profesi) saya baca dulu tatacaranya. Aturan milis, dos and don’ts, setting, dan terpenting: cara unsub. Penting bagi saya, karena saya tidak mau terjebak di zona ketidak nyamanan.
Bagi saya memasuki milis, sama seperti saya memutuskan pilihan2 dalam hidup kita: keanggotaan fitness, club, sekolah, kantor, project, bisnis, restoran, pernikahan, bahkan juga agama. Apa yang harus diketahui didepan harus kita ketahui didepan. Bukan setelah masuk baru bingung mencari exit door.
Untunglah milis itu diset sangat gampang, dan gratis. Coba bayangkan kalau setiap nerima imel kita kena charge, hehehe…. Tapi wahai para member yang masih hobi kirim imel unsub ke milis, seharusnya mikir dong ketidaknyamanan yang anda ciptakan bagi member lainnya. Apa sih susahnya cari tau dulu? Kan bisa cari tau cara join, kok ngga bisa cari tau cara keluar tanpa berisik2 ?
If you enter a place, make sure you know where the exit door is.
Ini rule of thumb. Suatu naluri yang harus kita punyai sebagai alat survival dasar. Ketika memasuki suatu tempat, katakanlah gedung, berikan waktu beberapa detik untuk mengenali ruang. In case ada keadaan darurat semisal gempa dan kebakaran, kita tahu harus ngapain duluan, tangga darurat terletak di sebelah mana (di gedung2 kan dipasang tuh lampu petunjuk arahnya), dan navigasi ruang. Apa yang harus dihindari, sejauh apa arah yang aman, dsb.
Dulu saya tidak perduli soal ini. Cuek. Beberapa tahun di luar, apalagi sekarang di Tokyo, naluri ini mulai terasah. Dan kebetulan pula, saya sejak kecil terbiasa “mengukur”. Entah kenapa. Tanpa sadar saya selalu mengira2 ukuran metrik suatu benda yang saya lihat atau ruang yang saya masuki. Sehingga saya mempunyai gambaran kira2 berapa luas kantor si A, ruang seminar X, ruang teater Y, panjang gerbong kereta, panjang platform kereta, lebar ruang badan pesawat, dsb.
Saya tidak bilang kalau semua orang harus seperti saya. Itu cuma kebiasaan saya saja. Yang saya anjurkan adalah pay attention mengenai jalan evakuasi. Kita tidak tahu kapan gempa akan datang, atau bahaya lainnya. Jangan seperti anggota milis pemalas (atau arogan? gak mau nyari tau sendiri, bisanya nyuruh momod aja) yang bisa masuk, tapi tidak bisa keluar
![]()
Tapi wahai para member yang masih hobi kirim imel unsub ke milis, seharusnya mikir dong ketidaknyamanan yang anda ciptakan bagi member lainnya.
ada juga ketidaknyamanan lain…. kalo ada member milis yang OOT….
kalo di sana emergency exit itu pasti ada.. kalo di sini belum tentu ada lo….
jadi inget kasus kebakaran karaoke yang menyebabkan 40 orang lebih meninggal…. gara-gara itulah di sini sekarang wajib ada emergency exit…. dan sayangnya masih tidak tersosialisasi dengan baik. dan orang juga masih ignore soal ini…
Komentar oleh itikkecil — September 14, 2007 @ 10:53 am
yah memang sih.. tapi walaupun tidak ada emergency exit resmi, kita sudah lebih aware dg lingkungan jika mau memperhatikan sedikit kondisi ruangan.
Komentar oleh konsultan — September 15, 2007 @ 1:20 pm