Meski sudah mendengar mulai jatuhnya saham2 di Amerika sejak minggu lalu, aku tidak terlalu perhatian. Ah, paling juga business cycle, pikirku.
Kemudian kudengar kepanikan merambat. Bursa regional mengkerut semua. Tak terkecuali Nikkei, Hang Seng, juga JSX. Yen terapresiasi. Rupiah terdepresiasi.
JSX Composite dalam 5 hari terakhir jatuh dari 2211.56 ke 1908.64.
Kasihan, barusan kemaren JSX dibilang bullish.
Beberapa teman bertanya. Salah alamat sebenernya. Aku bukan financial economist. Pun temanku, salah satu kontributor disini. Tapi jadi tertarik juga. Mengamati teman2 di sekuritas yang sedang “tiarap” dan investor yang kalang kabut dg struktur portofolionya.
Apa yang harus kukatakan, aku yakin sudah diketahui oleh beberapa teman yang bertanya ini. Analisis2 dari berbagai perusahaan sekuritas mudah didapat. Hiburan dg skenario optimis dijawab dg ketakutan yang realistis: panic selling is bottomless.
Ya ya.. nobody can fight it. No body can stop “the money” when it is pulled out or poured down into the market. Kalau melihat krisis SL di Amerika awal 90-an, maka perlu waktu 3 thn bagi ekonomi Amerika untuk kembali tumbuh.
In the end, nasehat santaiku pada temenku: kalau uangnya ngga mendesak ditarik skrg, restrukturisasi semua portfolio yang sudah dapet margin keuntungan walau kecil, alihkan ke saham yang aman semisal CPN atau fundamental perusahaan yg kuat untuk jangka panjang. Tahan saja sampe rebound, mungkin tahun depan, mungkin lebih cepat atau lebih lambat. Who knows?
And I guess Warren Buffet dan Soros are not sleeping now, waiting for the right time to capture the golden abandoned stocks…
Ah btw, orang mikirin gunjang-ganjing pasar saham, ada bupati mikirin meriksa keperawanan para siswi …
+++ kata siapa gaji di swasta kecil man
+++ i sih tergantung bidang nya ya ok
Komentar oleh Herwan R dodi — November 6, 2007 @ 12:08 pm