Suatu Hari Dalam Hidupku

Agustus 15, 2007

Updated: Bupati Indramayu Seksis dan Berotak Udang?

Diarsipkan di bawah: Indonesia, kacau, pelecehan — kei @ 2:35 pm

Baca ini hari ini:

Beredarnya video mesum yang diperankan sepasang pelajar SMA di Indramayu, membuat gerah Bupati Indramayu dan pejabat muspida lainnya. Bupati H Irianto MS Syarifudin lalu bikin gebrakan akan memeriksa keperawanan sekitar 3.500 siswi SMP dan SMA atau sederajat di seluruh Indramayu.

“Pemeriksaan bertujuan memberitahukan orangtua siswa soal status keperawanan anak gadisnya,” ujar Bupati Indramayu H Irianto MS Syarifudin di sela-sela pembakaran 2.600 buku sejarah di Kantor Kejari Indramayu, Selasa (14/8).

ADAKAH BUPATI LAIN YANG LEBIH DISKRIMINATIF, SEKSIS, DAN BEROTAK UDANG DIBANDING BUPATI INI?

Updated by the team:

Bagaimanakah tingkat kesejahteraan Kabupaten Indramayu secara relatif dibanding kabupaten lain di Jabar dan Indonesia?

1. Ranking HDI (Human Development Index) merosot dari 269 ke 303. Total kabupaten di Indonesia untuk data ini adalah 341.

2. GDI-nya (Gender Development Index) ada di urutan buncit diantara 26 kabupaten/kota se Jabar atau ranking 325 di seluruh Indonesia.

3. Tingkat melek hurufnya hanya 76%, termasuk yang terendah di Indonesia.

4. Tingkat pendapatan riil per kapitanya no 3 tertinggi di antara semua kabupaten di Jabar (setelah Bekasi dan Depok) TETAPI dengan tingkat melek huruf dan ranking HDI terendah di Jabar, dan tingkat kemiskinan tertinggi di Jabar (bahkan among the lowest di Indonesia).

5. Persentase balita underweight (24.6%) no 2 tertinggi di Jabar (setelah Cirebon) dan persentase balita kurang gizi (undernourished) ada di ranking 3 dari buncit.

6. Ranking 6 di Jabar untuk AKB (angka kematian bayi/Infant Mortality Rate).

Singkatnya, tingkat kesejahteraan terutama anak dan perempuan di kabupaten Indramayu ini memang memprihatinkan.

Nah sekarang Bupatinya, alih2 memperbaikinya, malahan menambah parah dengan niat melakukan kekerasan terhadap anak2 (perempuan).

Apa yang harus dilakukan pada Bupati ngawur bin dodol ini?

Tambahan link berita lama yang relevan:

http://www.gatra.com/2002-10-08/versi_cetak.php?id=21179

“Seiring dengan perjalanan waktu, maka sejak 1970-an, perempuan Indramayu mulai meramaikan dunia pelacuran di Jakarta. Banyaknya wanita Indramayu yang melacur belakangan ini, menurut Supali, bukan semata-mata karena faktor kemiskinan. Melainkan disebabkan rendahnya standar moral sejumlah anggota masyarakat.

Masih banyak orang Indramayu, kata Supali pula, beranggapan bahwa perempuan menjadi pelacur bukan aib. Malah ada yang menganggap anak perempuannya yang berwajah cantik sebagai aset yang bisa dijual. “Maka jangan heran, kalau ada kasus orangtua dari Indramayu mengantarkan anaknya bekerja di tempat pelacuran Jakarta,” Supali menegaskan.

Pendapat senada juga diungkap Kepala Desa Bongas, Sukara, 50 tahun, yang secara jujur mengakui desanya menjadi pemasok wanita pekerja seks ke beberapa tempat di Jakarta, dan bahkan ke luar negeri. Penyebabnya, tingkat pendidikan warga masih sangat rendah. “Sebagian besar warga di sini cuma lulus SD,” kata Sukara.

Anak-anak Bongas, sebagian besar enggan melanjutkan ke SLTP, karena menurut Sukara, di desanya tidak ada SLTP. Untuk meneruskan ke SLTP, anak-anak Bongas harus menempuh jarak sekitar lima kilometer. Karena lokasi SLTP jauh, anak-anak jadi malas meneruskan sekolah.

Selain itu, anak-anak juga melihat kakaknya bisa hidup makmur setelah menjadi pelacur. Meski mereka tak sekolah. “Mau lulus SD, lulus SMA, toh nanti juga akan kerja ke Taiwan atau Jepang. Jadi mereka pikir buat apa sekolah tinggi-tinggi,” kata Sukara, prihatin.”

Bukankah Pak Bupati punya PR yang jelas tidak akan selesai dg periksa keperawanan?

& Komentar »

  1. tepatnya: pervert.
    Niatnya ini adalah pelecehan thd hak anak (perempuan) karena pikirannya yang sangat dangkal dan ketidak mampuannya mengurus daerah.
    Mungkin dia bahkan tidak tahu apa tugas pemerintah daerah.

    bupati model begini harus di-ousted dari jabatannya secepatnya.

    Komentar oleh -author — Agustus 16, 2007 @ 2:24 am

  2. mang gimana caranya cek keperawanan?

    Setau saya ga bs d. Berdasarkan apa?

    Komentar oleh Henpon™ — Agustus 16, 2007 @ 1:24 pm

  3. ya… gimana dong pemecahannya? jangan asal ngomong bin duduk aja. Bisa ngatur ga?..

    Komentar oleh Zoe — Agustus 16, 2007 @ 1:34 pm

  4. @Zoe
    Ada banyak jalan pembangunan. Salah satunya adalah pay attention terhadap pendidikan, kesehatan wanita dan infrastruktur dasar. Itu sudah ada bbrp best practices-nya di kabupaten lain di Indonesia. Tinggal mau belajar atau nggak.

    Ini bupati jelas tidak kompeten menjadi kepala daerah karena idenya hanya akan menambah masalah dan melanggar hak individu.

    Lagipula, kenapa saya yang harus mengatur Indramayu? Yang digaji tinggi sebagai Bupati siapa?
    Kalau saya yang diserahi jabatan, sini saya akan susun strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Yang jelas tidak ada periksa keperawanan. Hehehehe….

    Komentar oleh konsultan — Agustus 16, 2007 @ 2:14 pm

  5. @henpon

    lewat pemeriksaan dokter. Bayangkan biaya-nya (proyek tuh *ngiler*). Dan juga kemungkinan salah deteksi, misalnya selaput dara yang robek karena kecelakaan, atau memang kelainan dari lahir hanya disimpulkan sbg “tidak perawan”.
    Kemudian siswi ybs akan dicap sebagai murahan, dan mendapat tekanan psikis dari lingkungan.

    Selesai persoalan kemesuman?

    What a moron… (si bupati maksudnya)

    Lagian keperawanan yg hilang akibat hub seks, dihilangkan oleh siapa? Mahluk halus? Sesama wanita? Ya jelas laki2. Tapi laki2 bebas dari pelecehan ini dan dari stigma. Malah bisa ikutan menimpakan stigma pada perempuan. Lagi2 perempuan yang dikorbankan.

    Komentar oleh konsultan — Agustus 16, 2007 @ 2:21 pm

  6. =)) LoL…. konyoL.co.id

    Komentar oleh Ojo Ngelu — Agustus 16, 2007 @ 5:38 pm

  7. 6 poin data tersebut barangkali bisa ditambah dengan “omongan orang” bahwa Indramayu merupakan pemasok PSK peringkat atas (dari sisi jumlah pasokan) di Indonesia. Image ini barangkali yang bikin gerah bupati, dan case video mesum menjadi trigger-nya. apalagi kalau dikomparasikan dengan daerah lain yang sedang getol menggelar syariat islam. sekedar hipotesa dangkal sebagai perspektif alternatif. peace

    Komentar oleh bumisegoro — Agustus 16, 2007 @ 7:22 pm

  8. Gila, masak iya itu bupati bilang begitu?

    Wartawannya salah kutib kali..? Mungkin pas bupati becanada atau apa…

    Komentar oleh manusiasuper — Agustus 16, 2007 @ 7:35 pm

  9. Konyol Elu ach Ti (Bupati). Jangan2 belum pernah dapat “perawan” nih, setelah jd Bos cari dalih mo periksain “keperawanan” .. Beli bisa Ti… Ga manusiawi, …….

    Komentar oleh Si Ontohod — Agustus 16, 2007 @ 7:38 pm

  10. @bumisegoro
    Benar. Ini justru menunjukkan ada “kesalahan” budaya di penduduk Indramayu. Tingkat pendidikan dan kesejahteraan yg rendah menyebabkan perempuan menjadi korban, dianggap sbg komiditi dg embel2 pahlawan ekonomi keluarga. Banyak keluarga yg sengaja menjual anak gadisnya, bahkan selametan spy anak gadisnya menjadi prostitute yg laris. Silahkan di gugel, ada beberapa penelitian soal ini.

    Pak Bupati tentunya tau hal ini, dia kan orang sana. Tapi kenapa pikiran pendeknya sampai pada pemeriksaan keperawanan sebagai solusi? Jangan2 kalau ortu dikasih tau anaknya ngga perawan lagi malah anaknya sekalian dijual ke kota besar?

    @manusiasuper
    Itu berita benar. Bahkan berita selanjutnya menyatakan bahwa Kadin Kesehatan dan Kadin Pendidikan menyatakan kesetujuannya. Beberapa LSM sudah membuat surat pernyataan yang ditembuskan ke bbrp menteri dan presiden berisi penolakan thd ide ini.

    Komentar oleh konsultan — Agustus 16, 2007 @ 9:34 pm

  11. ah, jangan2 cuma proyek pengadaan aja nih. sekalian cari tambahan sangu. fhh…bupati nya kok ya edan tenan tho. kaya gak ada yang lebih penting aja buat diurusin.

    btw, salam kenal ya.
    minta izin mau link blognya sekalian boleh yaaaaaa.

    Komentar oleh mataharicinta — Agustus 16, 2007 @ 9:42 pm

  12. @mataharicinta
    Salam kenal kembali. Kayaknya iya. Pendek akal dan nyari proyek. Btw, diatas saya update dg link berita cukup lama dari Gatra ttg budaya pemasok WTS di Indramayu. Bupatinya sudah bupati yg sekarang ini.

    Silahkan di link. Trims.

    Komentar oleh konsultan — Agustus 16, 2007 @ 9:54 pm

  13. Kalo tau anak gadisnya sdh ga perawan, malah dijual kekota jd lon, eh, WTS.
    Kalo tau anak gadisnya MASIH perawan, malah DILELANG ke pembeli dengan harga tertinggi….

    (ngomporin si Bupati……..)

    Komentar oleh mbelgedez — Agustus 16, 2007 @ 10:36 pm

  14. @mbelgedez:
    husshh… ntar kamu ditawarin jadi konsultannya si bupati…

    Komentar oleh konsultan — Agustus 16, 2007 @ 11:04 pm

  15. aneh bin ajaib.

    Mungkin bupatinya lagi kalap aja tuh. :lol:

    Komentar oleh danalingga — Agustus 17, 2007 @ 1:10 am

  16. bupatinya lagi cari istri baru yang perawan..
    ato justru cari yang bisa dipake kala senggang..
    just iseng comment

    Komentar oleh indrahell — Agustus 17, 2007 @ 3:08 am

  17. wew, bupati macam apa itu? buang ke laut aja dia.

    Komentar oleh sandal — Agustus 17, 2007 @ 4:26 am

  18. @danalingga
    memang aneh. Tapi lebih aneh lagi kalau anda tahu bahwa bupati ini sebelumnya telah menerima beberapa penghargaan, semisal dari PGRI, Satyalencana, dsb.

    Sisi lainnya: Bupati ini juga yang mengeluarkan Perda wajib jilbab dan menerbitkan ribuan Al Quran dg foto dirinya :D

    @indrahell dan sandal
    jadi kita buang aja bupatinya ke laut Jawa? :D

    Komentar oleh konsultan — Agustus 17, 2007 @ 8:33 pm

  19. aku ga ngerti maksud bupati itu apa. kalo anaknya yg gag perawan, apa sikap dia?

    sebenernya masalah utamanya kan, kemiskinan dan pendidikan.

    pengusaha2 yg punya banyak duit sepatutnya terus membuka mata untuk memberi lapangan kerja di daerah2 terpencil.

    duh, masih jadi mimpi untuk bisa membuka lapangan kerja di daerah2 terpencil itu…

    Komentar oleh didats — September 3, 2007 @ 9:14 pm

  20. Seorang bupati harusnya lebih wise lg dlm menelaah tiap permasalahan … dia harus tau dampak apa yang akan dihadapi dalam tiap teori dia … tentu saja dalam hal ini akan melanggar hak asasi manusia dan terlihat mendiskreditkan kaum hawa…banyak sektor yang bisa dia mulai untuk membenahi hal ini seperti biaya pendidikan yang ditekan menjadi murah,mutu pendidikan serta perekonomian di daerahnya ( selain rumah bordir looohhh ) … apakah tidak lebih baik menunjuk diri sendiri dulu daripada mengacungkan pada orang lain … mungkin memang mutu pendidikan kurang hingga siswi tidak diberikan arahan yang bagus oleh para guru … atau kah memang budaya disana yang menganut freesex …

    Komentar oleh women — September 12, 2007 @ 6:27 pm

  21. Mungkin bupatinya belum pernah tahu atau belum pernah belajar tentang HAM dan keadilan/kesetaraan gender. Ada baiknya dia undang Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk diskusi atau dia berkunjunga ke KPP untuk cari tahu tentang HAM dan seluk beluk hak-hak perempuan. Mudah-mudahan kegialaan bupati itu dengan membuat kebijakan populer murahan bisa cepat disadarkan…………….

    Komentar oleh Yarra — Oktober 6, 2007 @ 1:09 pm

  22. Ia nih pak bup yang aneh aneh aja.Tingkatkan aja di semua lini

    Komentar oleh Janaka — Desember 14, 2007 @ 6:26 pm

  23. pak yance………..
    ntar nyalon lagi ya jadi gubernur.
    biar kerajaan bapak makin banyak,makin luas.
    biar juga masyarakat banyak yang tahu siapa anda yang sebenarnya.
    karena masyarakat kecil itu buta.
    hanya bisa melihat bilapemimpinnya sudah ketahuan belangya.
    selamat mencoba…………..

    Komentar oleh acim — Maret 3, 2009 @ 2:37 pm

  24. Bupati gendeng pisan akhlake rusak kenang ambisine pengen sa sedulure dadi pejabat dasar gebleg yance

    Komentar oleh Iwan — Maret 4, 2009 @ 7:20 pm

  25. Tidak ada relevansinya kesejahteraan penduduk dan tes keperawanan. Hal ini sangat sexist. seolah yang melakukan kesalahan adalah kaum wanita saja. Coba tolong pikirkan tingkat pendidikan, hal ini berkaitan dengan pembentukan moralitas generasi muda. Budayakan cinta sekolah, dan tanamkan pikiran terbuka, untuk maju orang harus berusaha dengan bermodal kemampuan yang di dapat dari bangku sekolah. Hapuskan budaya ‘cari uang gampang asal poles di wajah’. ini adalah tugas seorang pemimpin. menanamkan budaya bermoral, cinta sekolah, dengan membangun sekolah di tempat2 terpencil. anggapan indramayu sebagai pemasok PSK sangat memalukan.. PR besar buat seorang Bupati. Masih adakah yang tetap mendukung kepemimpinannya? Ironis sekali…

    Komentar oleh superwomen — Maret 26, 2009 @ 1:35 pm

  26. sama artinya dengan menghilangkan bau pete dengan makan jengkol kali ya..

    Komentar oleh Rosnany Mokodompit — Agustus 30, 2009 @ 4:44 am

  27. kayany bupati itu istri yg masi gadis dasar bupati ga tau diri

    Komentar oleh alimi — September 6, 2009 @ 2:16 am

  28. ko bupati yance bisa ruba ky gitu gmn crnya cek gadisnya bupati da gila x

    Komentar oleh alimi — September 6, 2009 @ 2:19 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.