Suatu malam, guruku berkisah:
Saya dan istri sepakat, jika saya meninggal duluan, maka dia tidak usah melakukan upacara pemakaman. Cukup dibakar, dan sebagian abu saya dihamburkan di laut.
Tetapi kemudian istri saya berkata: jika kamu meninggal pada saat masih aktif bekerja, maka saya tidak mungkin untuk tidak mengadakan upacara pemakaman yang akan dihadiri semua keluarga, kerabat, dan kolegamu. Dan kamu tahu, saya tidak bisa berpidato. Juga bercerita ttg kamu. Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan.
Jadi, lanjut guru saya: istri saya meminta saya menuliskan draft pidato yang akan dibacakan pada hari pemakaman saya. Saya pun membuat rangkaian puji2 dan kenangan indah tentang diri saya.
That way.. I want my wife to remember me… and it leads my everyday steps…
[...] Ma di Palembang dan lagi keliling keliling, Ma ketemu tulisan ini,, Ma baca, tapi awalnya ga terlalu gimana gitu, lama lama jadi kepikiran [...]
Ping balik oleh Meninggal? « Ma-Me-Ma,, Just being Me!!!! — September 15, 2007 @ 3:12 pm