Suatu Hari Dalam Hidupku

Juli 26, 2007

Suatu hari di tahun 1990

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, bandung — kei @ 5:21 pm

Intro:

Hujan menyisakan keromantisan.

Bau rumput basah. Pohon mahogani yang basah dan segar berjajar di jalan depan kampus.

Aku melamun.. dari jarak 100 meter kunikmati indahnya pohon bungur yang basah di depan gedung arsitek.

Hhhh…. Apa yang kulakukan disini? Jauh dari keluarga. Memasuki kampus impian banyak orang di Indonesia. Tetapi aku merasa sendiri disini. Aku merasa sepi…

============================================================

Sekarang kalau diingat masa2 awal kuliah di rantau, aku mengerti mengapa kampus menjadi tempat yang punya warna khas bagi anak2 yang lulus SMA. Mengapa UI, IPB, ITB, UGM menjadi semacam basis gerakan mahasiswa, baik yang kiri maupun yang kanan. Anak2 muda pada umur pembentukan identitas. Yang sepi, yang membutuhkan “rumah”, yang mencari, yang haus, yang tiba2 “sadar” :D

Aku pun ada di tempat dan waktu tsb. Bingung. Mencari. Sepi. Meraba.

Aku ikut klub olahraga dan marching band kampus. Sempet ikut tanding basket. Menolak OS yang waktu itu aku anggap konyol sekali (sekarang? aku anggap makin konyol!). Kemudian mulai dekat dg anak2 keagamaan. Merasa home. Merasa bertemu saudara. Merasa dijawabkan pertanyaan2. Merasa menemukan. Merasa pintar tanpa sadar (baca: sombong, keras kepala tapi gak nyadar).

Masa militan.

Bertahun2 kemudian. Ketika berbincang dengan orang2 yang tidak mau bisa mendengar pendapat yang berbeda, aku seperti merasa dikembalikan ke masa ini. Tapi dengan peran yang bertukar. Ugh, maafkan aku dulu yang mungkin menyebalkan :D

Dan saat ini, aku bertanya: how stubborn am I?

Tentu saja di mata orang lain.

Padahal rasanya aku ini orangnya baik, sabar, pengalah, dan penyayang lho…. :D

*pluk… ada yang nimpuk dari belakang*

1 Komentar »

  1. Very interesting blog. Be nice to my charm laundry Wanna joke?) What do you call an artificial stone? A shamrock.

    Komentar oleh rillintor — Oktober 30, 2008 @ 3:44 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.