Suatu Hari Dalam Hidupku

Juli 30, 2007

Masyarakat Materialistik

Diarsipkan di bawah: matre, pekerjaan — kei @ 1:31 pm

Intro:

PNS A: Seharusnya kita naik gaji lebih tinggi! Di swasta aja fresh graduate udah 5-12 juta lho!

Aku: Ya sudah, kamu berhenti aja jadi PNS dan melamar ke swasta minta gaji 12 juta. Mau ngga?

*asal njeplak loe… ga liat banyak pegawai swasta bertahun2 masih digaji sedikit diatas UMR?*

=======================================================================

(lagi…)

Juli 27, 2007

Kota Berlari

Diarsipkan di bawah: non-Indonesia — kei @ 4:10 pm

pegangan di kereta

Intro:

Teriakan Freddie Mercury dalam “In My Defense” yang merambat melalui earphone ipod-ku seakan tenggelam dg hirup pikuknya suara kereta, pengumuman di stasiun, dan orang2 yang tergesa2. Aku berlari2 ke tangga, mengantri dg tidak sabar tapi tentu tidak menyerobot. Mengambil tangga di sisi kanan supaya bisa berjalan terus ke atas. Sampai atas aku berlari ke…. bingung! Salah ambil arah tangga! Woooaaa… aku mesti muter jauh untuk berganti kereta yang kutuju. Cewe berhak tinggi di depanku berlari. Cowo berjas hitam di sampingku berlari. Hanya satu pilihan: LARI!

Sampai di depan tangga turun menuju platform kereta yang dituju, pintu kereta sudah terbuka dan penumpang baru sedang masuk. Kalau mau ikut kereta itu, aku harus lari turun tangga. And it’s what I did. Lari menuruni tangga setinggi kira2 10 meter dan melesatkan badanku ke dalam kereta disaat pintu sedang hendak menutup. Whew! Selamat!

(lagi…)

Juli 26, 2007

Diplomat Indonesia

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, diplomat, lucu, non-Indonesia — kei @ 7:33 pm

Suatu hari Lebaran di suatu negara:

“Aduuuhh… enaknya rumah Mas R ya..” itu komentar pertama dari ibu Z ketika dipersilahkan masuk ke rumah Mas R, tetanggaku. Waktu itu lebaran. Kebetulan, aku kenal baik dg keluarga Mas R yang bekerja di KBRI ini. Mereka mengundangku ke apartemennya, kira2 3 blok dari apartemenku. Dan kebetulan pula, aku satu2nya tamu non KBRI. Mas R ini kedudukannya cukup lumayan, jadi apartemennya pun lumayan banget. Luasnya kira2 3x apartemenku, yang untuk ukuran mahasiswa juga sudah sangat lumayan (karena saat itu aku beruntung mendapat tunjangan apartemen yang generous).

Lanjut ke acara lebaranan tadi. Ibu Z ini senior di KBRI. Kalau diplomat2 lain datang dan pergi setiap 4 tahun (?) Pak Z dan keluarganya entah sudah berapa tahun disini… ajaib ya… padahal bukan staf lokal… anti rotasi.. hehehe… Sebenernya jabatannya tidak terlalu jauh di atas posisi Mas R, paling 1 tingkat. Komentar Ibu Z tadi disambut dg rendah hati oleh istri Mas R,”Terima kasih bu.. biasa saja kok…”

Terus Ibu Z melanjutkan maksud sebenarnya yg mau diucapkan: “Enak lho rumah kayak gini… Anget… karena kecil. Coba rumah kita ya Pa (sambil menengok ke Pak Z), gedenya bikin kita kedinginan deh.. walau semua heater dinyalain…”. (waktu itu lagi winter)

(lagi…)

Suatu hari di tahun 1990

Diarsipkan di bawah: Hidup sebagai siswa, bandung — kei @ 5:21 pm

Intro:

Hujan menyisakan keromantisan.

Bau rumput basah. Pohon mahogani yang basah dan segar berjajar di jalan depan kampus.

Aku melamun.. dari jarak 100 meter kunikmati indahnya pohon bungur yang basah di depan gedung arsitek.

Hhhh…. Apa yang kulakukan disini? Jauh dari keluarga. Memasuki kampus impian banyak orang di Indonesia. Tetapi aku merasa sendiri disini. Aku merasa sepi…

============================================================

(lagi…)

Blog pada WordPress.com.