Suatu hari Lebaran di suatu negara:
“Aduuuhh… enaknya rumah Mas R ya..” itu komentar pertama dari ibu Z ketika dipersilahkan masuk ke rumah Mas R, tetanggaku. Waktu itu lebaran. Kebetulan, aku kenal baik dg keluarga Mas R yang bekerja di KBRI ini. Mereka mengundangku ke apartemennya, kira2 3 blok dari apartemenku. Dan kebetulan pula, aku satu2nya tamu non KBRI. Mas R ini kedudukannya cukup lumayan, jadi apartemennya pun lumayan banget. Luasnya kira2 3x apartemenku, yang untuk ukuran mahasiswa juga sudah sangat lumayan (karena saat itu aku beruntung mendapat tunjangan apartemen yang generous).
Lanjut ke acara lebaranan tadi. Ibu Z ini senior di KBRI. Kalau diplomat2 lain datang dan pergi setiap 4 tahun (?) Pak Z dan keluarganya entah sudah berapa tahun disini… ajaib ya… padahal bukan staf lokal… anti rotasi.. hehehe… Sebenernya jabatannya tidak terlalu jauh di atas posisi Mas R, paling 1 tingkat. Komentar Ibu Z tadi disambut dg rendah hati oleh istri Mas R,”Terima kasih bu.. biasa saja kok…”
Terus Ibu Z melanjutkan maksud sebenarnya yg mau diucapkan: “Enak lho rumah kayak gini… Anget… karena kecil. Coba rumah kita ya Pa (sambil menengok ke Pak Z), gedenya bikin kita kedinginan deh.. walau semua heater dinyalain…”. (waktu itu lagi winter)
(lagi…)